Suasana rapat konsultasi antara Komisi B DPRD DKI Jakarta bersama BUMD membahas KUPA-PPAS APBD Perubahan 2026 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

Beranda / Daerah / Jakarta Kejar PAD-Pendapatan BUMD

Jakarta Kejar PAD-Pendapatan BUMD

PravadaNews – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta didorong untuk menjalankan program secara maksimal yang sudah dirancang guna pencapaian target pendapatan pada perubahan APBD 2026.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh dalam rapat konsultasi bersama BUMD membahas KUPA-PPAS APBD Perubahan 2026 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat.

Nova mengatakan, pelaksanaan APBD perubahan waktunya relatif cukup singkat. Maka dari itu, Nova mengingatkan kepada BUMD agar memaksimalkan program untuk mencapai target pendapat.

“Terkait dengan APBD Perubahan nantinya, kita melihat efektivitas,” ujar Nova dikutip Minggu (16/8/2026).

Menurut Nova, realisasi kegiatan harus beriringan dengan pencapaian target pendapatan. Sorotan terhadap BUMD di antaranya PT. Food Station Tjipinang Jaya.

BUMD tersebut akan mengubah Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Pasalnya, terdapat komoditas yang tidak mampu dipasarkan sesuai target awal.

Nova meminta kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menurunkan target pendapatan. Sebaliknya, BUMD perlu memverifikasi usaha untuk mempertahankan target pendapatan.

Evaluasi dan strategi alternatif sangat penting. Dengan begitu, perubahan target tidak menjadi kebiasaan yang berulang pada tahun-tahun berikutnya.

“Pendapatan itu harus sesuai dengan target,” tandas Nova.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B Hengky Wijaya menekankan penguatan sinergi antarBUMD dan perangkat daerah. Mendukung optimalisasi pendapatan daerah.

Hengky menyoroti penggunaan laboratorium untuk pengujian beras di Food Station. Fasilitas laboratorium milik Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta dapat dioptimalkan. Sinergi antarinstansi semakin kuat.

“Sinergi BUMD itu sangat diperlukan,” kata Hengky.

Hengky menilai, pemanfaatan fasilitas milik Pemprov DKI dapat menjadi bentuk efisiensi. Sekaligus, memperkuat akuntabilitas pengelolaan BUMD.

Harapannya, sinergi antara Food Station, BUMD lain, dan Dinas KPKP mengurangi potensi persoalan. Bermanfaat terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita bisa meningkatkan PAD dari finansi KPKP,” tutup Hengky.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *