lustrasi Dapur MBG di SPPG. (Foto: Istimewa)

Beranda / Nasional / Penyaluran MBG di Daerah Terdampak Karhutla Dihentikan Sementara

Penyaluran MBG di Daerah Terdampak Karhutla Dihentikan Sementara

Pravadanews – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Kalimantan sudah berlangsung hampir 22 hari. Hal itu membuat sejumlah sekolah di kawasan tersebut terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kondisi tersebut membuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpaksa harus dihentikan sementara selama karhutla terjadi.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, penghentian dilakukan apabila sekolah diliburkan atau menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap. Pasalnya, penyaluran MBG dilakukan ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah.

“MBG melayani dan mengirimkan MBG dari dapur-dapur SPPG itu pada jam operasional sekolah,” kata Sudaryono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).

Menurut Sudaryono, makanan sempat tetap dibagikan pada hari pertama sekolah diliburkan akibat karhutla. Hal itu terjadi karena informasi libur diterima setelah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selesai memasak.

“Kasus karhutla di beberapa daerah itu adalah makanan sudah dimasak, baru kemudian diberitahukan bahwa karena karhutla, sekolahnya diliburkan,” jelas dia.

Kondisi tersebut terjadi di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla, antara lain Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, serta beberapa daerah di Sumatera.

“Jadi, kami sudah memberikan edaran seperti itu kepada dapur-dapur,” kata Sudaryono.

Namun, penyaluran makanan hanya dilakukan pada hari pertama ketika bahan makanan sudah telanjur disiapkan. Pada hari berikutnya, dapur tidak lagi memasak dan menyalurkan MBG selama sekolah masih diliburkan.

Sudaryono juga memastikan siswa yang mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah tidak mendapatkan MBG selama sekolah belum kembali menggelar kegiatan belajar mengajar secara langsung.

“Selama online, tidak masuk sekolah, itu tidak kami berikan MBG. Cuma hari pertama karena sudah telanjur masak,” ucap Sudaryono.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *