Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (tengah) saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta. (Dok.Intan Afrida Rafni).

Beranda / Ekonomi / Kata Mentan soal Harga Ayam Peternak Turun

Kata Mentan soal Harga Ayam Peternak Turun

PravadaNews – Harga ayam di tingkat peternak tengah mengalami tekanan. Namun, penurunan tersebut belum tercermin pada harga yang dibayar masyarakat. 

Kondisi ini mendapat perhatian dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Pasalnya, dari temuan di lapangan, harga ayam di tingkat peternak anjlok, sementara harga di tingkat konsumen masih tinggi dan turut menjadi penyumbang inflasi.

Menanggapi hal tersebut, Amran menyebut, akan meminta Dirjen terkait untuk turun langsung mengecek kondisi harga ayam di lapangan.

“Nanti, nanti saya minta ke Dirjen. Langsung saya telepon Dirjen,” ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Amran, kondisi harga di tingkat produsen dan konsumen perlu menjadi perhatian pemerintah. Tujuannya, agar tidak terjadi ketimpangan.

“Cabai, ayam, jangan sampai harga di tingkat konsumen tinggi padahal tingkat produsen rendah. Oke,” kata Amran.

Selain ayam, Amran juga menyinggung harga cabai yang telah menembus Rp 100.000 per kg di sejumlah daerah.

Melihat kondisi itu, pihak Kementan akan melakukan pengecekan secara bergantian di seluruh Indonesia.

Diketahui, Hlharga daging ayam secara nasional masih berada dalam kondisi relatif terkendali meski permintaan meningkat di sejumlah daerah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga daging ayam ras per 2 Oktober 2026 berada di level Rp 40.961 per kg, turun 0,62 persen dibandingkan sepekan sebelumnya sebesar Rp 41.218 per kg dan turun 0,82 persen dibandingkan sebulan sebelumnya yang mencapai Rp 41.300 per kg.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan mengatakan, kenaikan harga di sejumlah wilayah dipengaruhi peningkatan kebutuhan, termasuk untuk memenuhi permintaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, kondisi tersebut tidak terjadi secara merata di seluruh daerah.

“Ini ada kebutuhan semakin banyak, mungkin dalam bulan-bulan terakhir terjadi kenaikan, tapi masih harga yang wajar, masih di batasnya, tidak secara keseluruhan,” kata Hermawan di Jakarta, dikutip Minggu (4/10/2026).

Sementara itu, BPS mencatat daging ayam kembali memberikan andil terhadap inflasi nasional September 2026 sebesar 0,05 persen secara bulanan. 

Meski demikian, pemerintah memastikan pasokan daging ayam masih mencukupi hingga akhir 2026. Stok nasional diproyeksikan mencapai sekitar 1 juta ton, berasal dari stok awal tahun sekitar 200 ribu ton dan produksi dalam negeri yang diperkirakan mencapai 4,7 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 3,9 juta ton.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *