PravadaNews – Beras untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat kini disebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan mengandalkan hasil panen dan stok dalam negeri setelah impor beras konsumsi dihentikan.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu menyatakan Indonesia tidak lagi mengimpor beras seiring dengan penguatan produksi pangan nasional.
Zulhas menyebut, kondisi tersebut berbeda dengan 2024, ketika Indonesia masih mendatangkan jutaan ton beras dari luar negeri.
“Beras kita sudah tidak impor lagi. Tahun 2024 kita impor 4,5 juta ton, tapi tahun 2025 kita surplus 4,2 juta ton,” kata Zulhas saat ditemui di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, beras dan jagung menjadi dua komoditas yang telah menunjukkan hasil dari kebijakan peningkatan produksi pangan dalam negeri.
Meski demikian, Zulhas mengakui Indonesia selama ini masih bergantung pada impor sejumlah komoditas pangan.
Kondisi itu, lanjutnya, membuat peningkatan produktivitas menjadi bagian penting dalam mencapai swasembada.
“Oleh karena itu, kita harus bisa meningkatkan kemampuan kita agar produktivitas naik, agar kita swasembada,” ujar Zulhas.
Untuk mendukung peningkatan produksi, Zulhas menyebut tiga kebijakan utama yang dijalankan pemerintah, yakni pengaturan harga, pengadaan pupuk, dan irigasi. Ketiga kebijakan tersebut, bagi Zulhas, menjadi langkah mendasar yang membutuhkan waktu dalam pelaksanaannya.
Sejumlah program pangan, tambah Zulhas, telah menunjukkan hasil menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sementara program lainnya masih berjalan.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia masih mengimpor 450.734 ton beras sepanjang 2025, turun dari 4,52 juta ton pada 2024.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan impor pada 2025 mencakup beras khusus dan kebutuhan industri, bukan beras konsumsi umum. Pemerintah juga menjaga pasokan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan Indonesia tidak lagi mengimpor beras medium.
“Sekarang stok beras kita banyak. Indonesia tidak impor beras medium lagi. Kita operasi besar. SPHP beras digelontorkan,” tutur Amran dalam keterangan resmi Bapanas, Jumat (2/10).
Untuk menjaga ketersediaan dan harga beras, Bapanas mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog mencapai 4,48 juta ton per Rabu (30/9). Pemerintah juga menambah penugasan penyaluran beras SPHP sebanyak 74.180 ton.















