Ilustrasi Emas Batangan Galeri24 dari Pegadaian. (Foto: Dok. Pegadaian)

Beranda / Ekonomi / Perang Iran–AS Berpotensi Dorong Harga Emas Naik

Perang Iran–AS Berpotensi Dorong Harga Emas Naik

PravadaNews – Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi mendorong kenaikan harga emas global.

Dalam situasi konflik dan ketidakpastian ekonomi, emas biasanya menjadi aset yang paling diburu investor karena dianggap sebagai “safe haven” atau instrumen lindung nilai.

Meningkatnya konflik di Timur Tengah telah memicu lonjakan permintaan terhadap logam mulia tersebut. Harga emas dunia bahkan sempat melonjak lebih dari 2 persen dan mendekati level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir setelah meningkatnya risiko perang di kawasan tersebut.

Sejumlah analis pasar memprediksikan, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Senin (9/3/2026) diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat menuju level yang lebih tinggi dari sebelumnya. Harga emas Antam pada Senin 9 Maret 2026 diproyeksikan bakal naik ke Rp3,15 juta per gram.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Diprediksi Meroket

Secara historis, setiap ketegangan geopolitik besar hampir selalu diikuti dengan kenaikan harga emas. Investor global cenderung memindahkan dana dari aset berisiko seperti saham ke aset yang lebih aman seperti emas ketika risiko perang meningkat. Fenomena ini membuat emas sering disebut sebagai “pelindung nilai” ketika terjadi krisis ekonomi maupun konflik militer.

Selain faktor ketidakpastian, konflik di Timur Tengah juga berdampak pada sektor energi. Ancaman gangguan distribusi minyak dunia, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz, berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan inflasi. Kondisi tersebut biasanya ikut mendorong kenaikan harga emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi.

Meski demikian, pergerakan harga emas tidak selalu naik secara stabil. Dalam jangka pendek, harga emas tetap bisa mengalami koreksi akibat penguatan dolar AS, kenaikan suku bunga, atau aksi ambil untung oleh investor.

Beberapa proyeksi bahkan memperkirakan harga emas bisa naik antara 5 hingga 15 persen jika konflik geopolitik semakin meluas dan berlangsung lama. Namun jika ketegangan mereda atau jalur diplomasi kembali terbuka, harga emas berpotensi kembali terkoreksi.

Dengan demikian, arah harga emas dalam beberapa waktu ke depan sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi, emas diperkirakan tetap menjadi salah satu aset yang paling diminati investor global.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *