PravadaNews– Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Amerika Serikat meminta bantuan negara-negara regional untuk membantu mengamankan jalur pelayaran Selat Hormuz.
Menurut Araghchi, langkah itu menunjukkan kegagalan kerangka keamanan yang selama ini dibangun Washington di kawasan.
Dalam unggahan di platform X, Araghchi menilai sistem keamanan regional yang dipimpin AS tidak mampu mencegah konflik yang meningkat di Timur Tengah.
“Kerangka keamanan AS di kawasan itu terbukti penuh celah dan malah mengundang masalah daripada mencegahnya,” tulis Araghchi di platform X dikutip Senin (16/3/2026).
Baca juga : Iran Kecam Kanselir Jerman Tuntut AS-Israel Hentikan Perang
Araghci juga mengklaim Washington bahkan meminta bantuan negara lain untuk mengamankan selat strategis tersebut. Salah satu negara yang disebut adalah China.
“AS memohon kepada negara lain, bahkan China, untuk membantunya mengamankan Hormuz,” kata Araghchi.
Adapun Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia karena dilalui sebagian besar pengiriman minyak global. Ketegangan di wilayah ini meningkat sejak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memanas pada akhir Februari lalu.
Iran disebut secara efektif telah menutup Selat Hormuz sejak sekitar 1 Maret. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di jalur tersebut memicu kenaikan harga minyak dan pupuk global serta meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.
Selain itu, Araghchi juga mendesak negara-negara tetangga Iran untuk menolak kehadiran kekuatan asing di kawasan.
“Ancaman utama bagi stabilitas regional berasal dari Israel,” pungkas Araghchi.















