Ilustrasi Rupiah. (Foto: Dok Pribadi)

Beranda / Ekonomi / Pagi Ini Rupiah Menguat ke Rp16.968 per Dolar AS

Pagi Ini Rupiah Menguat ke Rp16.968 per Dolar AS

PravadaNews – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa (17/3/2026) pagi, menunjukkan penguatan di tengah dinamika pasar keuangan global.

Mata uang Garuda tercatat naik 29 poin atau sekitar 0,17 persen menjadi Rp16.968 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.997 per dolar AS.

Penguatan rupiah tersebut terjadi seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik serta adanya sentimen positif dari pergerakan mata uang di kawasan Asia.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati berbagai perkembangan ekonomi global yang memengaruhi arus modal dan pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp16.970 per Dolar AS

Sejumlah analis menilai penguatan rupiah pada awal perdagangan didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko setelah munculnya harapan terhadap stabilitas kebijakan moneter global.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia yang cenderung stabil juga turut memberikan dukungan terhadap penguatan rupiah di pasar domestik.

Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat serta perkembangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasar keuangan. Faktor eksternal tersebut dinilai masih akan menjadi penentu utama pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.

Bank Indonesia sebelumnya juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional. Berbagai instrumen kebijakan moneter dan stabilisasi pasar terus dioptimalkan untuk meredam gejolak yang dapat muncul akibat dinamika pasar global.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen global maupun domestik, termasuk perkembangan inflasi, kinerja ekspor-impor, serta arus investasi asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai fundamental ekonomi Indonesia yang relatif solid dapat menjadi penopang bagi stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *