PravadaNews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan temuan sebanyak 15 titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui pemantauan satelit di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam beberapa waktu terakhir.
Kemunculan titik panas ini menjadi indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu segera diantisipasi, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang masih berlangsung di sebagian daerah.
BMKG mengingatkan peningkatan jumlah hotspot dapat berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat jika tidak ditangani secara cepat dan terpadu, sehingga diperlukan koordinasi lintas instansi untuk melakukan langkah pencegahan dan penanganan dini guna meminimalkan risiko meluasnya kebakaran.
Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di NTT
“Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor medis, yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20,” kata Prakirawan BBMKG wilayah I, Christin Mori di Medan, Senin (23/3/2026).
Sebanyak 15 titik panas tersebut terpantau berada Kabupaten Karo, Dairi, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal dan Simalungun.
Kepada masyarakat yang berada di beberapa wilayah yang memiliki suhu cukup tinggi dan titik panas diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar atau meninggalkan api di lahan lahan kosong dan kering agar tidak menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
Sementara Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Dasmian Sulviani menyebutkan sejumlah perairan di Sumatera Utara darib24 hingga 26 masih berpotensi diterjang gelombang setinggi 1,15 hingga 2,5 meter.
Pola angin di wilayah Sumatera bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
Gelombang tinggi berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Batu, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Nias dan Perairan Timur Kepulauan Nias.
Kepada nelayan yang menggunakan perahu diingatkan waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan dan tinggi gelombang mencapai 1, 25 Meter serta kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.















