PravadaNews – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buka suara soal ketidakpastian ekonomi global imbas konflik AS-Israel dan Iran di Timur Tengah (Tiimteng).
Konflik tersebut menyebabkan macetnya distribusi minyak mentah. SBY menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam melihat situasi realitas ekonomi saat ini.
Sebab, kata SBY, pemerintah saat ini tengah menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi potensi krisis energi.
“Untuk Indonesia, kita tak perlu panik. Meskipun, langkah-langkah kita tidak boleh terlambat dan tidak tepat,” ujar SBY dalam cuitan Twitter pribadinya @SBYudhoyono, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: WFH 1 Hari dalam Sepekan
Menurut SBY, dampak konflik AS- Israel dan Iran cukup besar dirasakan negara-negara di Asia Timur. Hal itu terlihat dari kenaikan harga minyak mentah.
Pemerintah Presiden Prabowo Subianto telah membuat sejumlah kebijakan penghematan di antaranya yakni memotong gaji pejabat negara, menteri hingga anggota DPR.
Selain itu, pemerintah berencana menerapkan skema WFH untuk menghematan penggunaan BBM.
“Jadi dari Singapura saya ikut mengamati gejolak pasar global, utamanya harga minyak, gas dan BBM. Meskipun harga energi masih sangat fluktuatif, tetapi dampak buruknya sudah dirasakan oleh semua negara. Termasuk Indonesia,” terang SBY.
Selain Indonesia, negara-negara lain di kawasan Asia juga melakukan penghematan anggaran dan penggunaan energi dalam negeri.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
“Banyak negara, termasuk yang ada di Asia, telah melakukan langkah-langkah nyata untuk menyelamatkan ekonominya,” kata SBY.
SBY menambahkan keberhasilan pemerintah dapat diukur dari tiga hal utama yakni terjaganya pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, dan pencegahan pemutusan hubungan kerja dalam skala besar.
“Caranya berbeda-beda, tetapi saya pandang masuk akal. Hari ini, 25 Maret 2026 saya menyimak kebijakan pemerintah Filipina dan Korea Selatan yang disampaikan oleh para presidennya,” pungkas SBY.















