PravadaNews – Para Pemudik mengaku sangat terbantu lewat kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang kembali menghidupkan rute penerbangan Makassar–Selayar melalui program subsidi.
Rute ini sempat terhenti akibat tingginya harga tiket dan minimnya jumlah penumpang. Namun saat ini, harganya lebih terjangkau.
Salah satu penumpang Lilies Anggarwati Astuti mengungkapkan, dirinya memanfaatkan penerbangan subsidi untuk mudik ke Selayar bersama keluarga.
“Iya, pas hari Lebaran, habis salat langsung terbang ke Selayar,” kata Lilies dikutip dari Antara, Minggu (29/3/2026).
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan maskapai Fly Jaya Air, dengan frekuensi penerbangan tiga kali dalam sepekan untuk rute pulang-pergi.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Sulsel dalam membuka konektivitas wilayah sekaligus mendorong sektor pariwisata dan perputaran ekonomi di Kepulauan Selayar.
Sejumlah penumpang tujuan Selayar juga mengaku merasakan langsung manfaat dari program subsidi tersebut.
Lilies menyebut, dengan adanya penerbangan rutin tiga kali dalam seminggu, mobilitas masyarakat menjadi jauh lebih mudah. Bahkan, menurutnya, potensi wisata Selayar sangat besar untuk berkembang.
“Saya sempat ke Pantai Pinang, snorkeling dan diving. Banyak wisatawan asing juga di sana. Kalau fasilitasnya makin dilengkapi dan akses jalannya bagus, saya yakin Selayar bisa jadi nomor dua setelah Bali,” katanya.
Lilies juga menyoroti harga tiket yang jauh lebih terjangkau, dan mengaku hanya mengeluarkan sekitar Rp2 juta untuk lima orang saat keberangkatan, jauh lebih murah dibandingkan destinasi wisata lain.
Hal serupa disampaikan Ahmad Hidayah, warga Makassar yang kerap bepergian ke Selayar karena faktor pekerjaan dan keluarga, dan menilai program subsidi ini sangat membantu masyarakat, terutama dari sisi biaya.
Sebelumnya tiket bisa sampai Rp700 ribu hingga Rp1 juta, sekarang di kisaran Rp300 ribu sampai Rp400 ribu. “Ini sangat membantu masyarakat, baik untuk wisata maupun kebutuhan pekerjaan,” ujarnya.
Ia berharap, program tersebut dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan frekuensinya seiring meningkatnya jumlah penumpang.
Hari libur Lebaran, juga banyak dimanfaatkan untuk liburan, salah satunya dengan tujuan Kabupaten Kepulauan Selayar. Seorang penumpang asal Takalar bernama Nur Hidayah sengaja ke Selayar untuk berlibur menggunakan moda transportasi udara karena harganya yang kompetitif.
Dia mengaku berhasil memotong waktu tempuh dibanding menggunakan jalur laut lewat mode transportasi udara agar segera tiba di Selayar.
“Kita yang liburan juga bisa memanfaatkan waktu lebih banyak jika menggunakan pesawat. Apalagi kita yang harus kembali cepat karena mesti kerja,” urainya.















