PravadaNews – Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei menulis surat kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menjanjikan dukungan berkelanjutan Republik Islam untuk perlawanan dalam menghadapi musuh Amerika-Zionis.
Kebijakan Republik Islam terus berlandaskan pada “dukungan berkelanjutan untuk perlawanan terhadap musuh Zionis dan Amerika,” kata Hizbullah, mengutip pesan yang diteruskan oleh Ayatollah Mojtaba Khamenei kepada Sheikh Qassem.
Melansir dari Press TV, pemimpin tersebut mencatat dalam pesan itu bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada jalan yang ditempuh oleh Pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan sekretaris jenderal Hizbullah yang gugur, Sayyed Hassan Nasrallah.
Baca Juga: Moskow Terbuka jika Pertamina Ingin Beli Minyak
Dalam pesan tersebut, Ayatollah Mojtaba Khamenei menekankan bahwa “berdiri teguh dan tabah dalam menghadapi musuh-musuh terberat umat Islam, yaitu Amerika Serikat dan rezim Zionis, adalah salah satu ciri paling menonjol dari Imam yang gugur sebagai syahid,” merujuk kepada Ayatollah Khamenei.
Pemimpin Tertinggi juga merujuk pada kelanjutan jalan perlawanan selama bertahun-tahun kepemimpinan di bawah Pemimpin Tertinggi yang gugur, dan menyebutkan para martir terhormat seperti Jenderal Qassem Soleimani, mantan komandan anti-teror tertinggi Iran, dan para martir lainnya yang berasal dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Tentara Republik Islam sebagai bukti kebenaran jalan ini.
Pemimpin Tertinggi lebih lanjut menekankan bahwa “sejarah Perlawanan Islam penuh dengan perjuangan, keberanian, dan pengorbanan, di mana para pemimpin perlawanan mengorbankan nyawa mereka untuk membela umat tanpa takut akan ancaman apa pun.”
Ayatollah Mojtaba Khamenei menyebutkan tokoh-tokoh besar seperti Nasrallah dan Seyyed Hashem Safieddine, kepala Dewan Eksekutif Hizbullah yang gugur, sebagai “contoh nyata dari jalan yang teguh ini.”
Di bagian lain pesan tersebut, Ayatollah Mojtaba Khamenei menyampaikan apresiasi atas ucapan belasungkawa dan simpati Sheikh Qassem atas gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, dan mengakui perasaan kasih sayang dan loyalitas yang diungkapkan atas nama para pejuang Hizbullah terhadap Republik Islam.
Sang Pemimpin menulis bahwa sekretaris jenderal Hizbullah yang menjabat saat ini, “pada saat yang sensitif dalam sejarah perlawanan ini, memikul tanggung jawab untuk memimpin gerakan tersebut.”
“(Kami) percaya pada kebijaksanaan, kecerdasan, dan keberaniannya untuk menggagalkan rencana musuh Zionis, menghancurkannya, dan mengembalikan kehormatan serta kemakmuran kepada rakyat Lebanon.”















