PravadaNews – Kementerian Dalam Negeri menekankan perlunya inovasi dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu menjalankan fungsi ganda sebagai penyedia layanan publik sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Yusharto Huntoyungo menyebut keseimbangan antara fungsi pelayanan dan bisnis menjadi kunci keberlanjutan BUMD di tengah tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.
“BUMD harus mampu menyeimbangkan fungsi pelayanan publik dan fungsi bisnis. Inovasi menjadi kunci agar keduanya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” kata Yusharto dalam acara Top BUMD Award 2026 di Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026).
Baca juga : Kemendagri Tekankan Satu Narasi Pusat-Daerah
Yusharto menegaskan BUMD memiliki peran strategis sebagai instrumen pemerintah daerah dalam menyediakan layanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut Yusharto, implementasi otonomi daerah menuntut BUMD untuk tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui layanan barang dan jasa yang berkualitas.
Yusharto juga menyoroti pentingnya adaptasi BUMD terhadap perubahan, termasuk percepatan digitalisasi, penguatan tata kelola, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Penguatan inovasi menjadi langkah krusial agar BUMD mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan serta menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks,” ujar Yusharto.
Yusharto menyebut pengelolaan BUMD telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017.
Saat ini, kata Yusharto, terdapat lebih dari seribu BUMD di Indonesia dengan nilai aset mencapai ribuan triliun rupiah. Namun, optimalisasi peran tersebut dinilai masih membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk penguatan permodalan dan sinergi dengan swasta.
“Saya mengharapkan agar kita dapat melanjutkan dan meningkatkan komitmen bersama untuk menjadikan BUMD serta mengembalikan fungsinya sebagai lokomotif penggerak pertumbuhan perekonomian daerah,” pungkas Yusharto.














