PravadaNews– Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyatakan kondisi siswa dan tenaga pendidik yang diduga mengalami keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, berangsur membaik. Hingga Rabu pagi, jumlah pasien yang masih menjalani perawatan tersisa 37 orang.
“Dari sebelumnya 104 orang yang mengakses rumah sakit, hari ini yang dirawat tinggal 37 orang,” kata Ani di Jakarta, dikutip Kamis (9/4/2026).
Baca juga : Evaluasi MBG dan Kopdes Tekan Ancaman Krisis Global
Ani menjelaskan, tidak seluruh korban menjalani rawat inap karena sebagian hanya memerlukan pemeriksaan dan diperbolehkan pulang.
Menurut Ani, jumlah pasien sempat berada di kisaran 60 orang pada hari sebelumnya sebelum akhirnya menurun signifikan. Ani menilai tren ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi para korban.
Adapun pasien yang masih dirawat tersebar di sejumlah rumah sakit. Tujuh orang dirawat di RS Duren Sawit, enam orang di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, dan 19 orang di RS Harum.
Sementara itu, masing-masing satu pasien dirawat di RS UIN Syarif Hidayatullah, RS Polri, RS Budhi Asih, RS Hermina Jatinegara, dan RSUD Tarakan.
Ani menambahkan, seluruh pasien yang masih dirawat kini berada dalam tahap pemulihan. Ani memperkirakan sebagian besar dapat dipulangkan dalam waktu dekat, bergantung pada kondisi masing-masing individu.
“Respons setiap orang berbeda, dari usia, daya tahan tubuh, hingga jumlah makanan yang dikonsumsi. Kita tunggu sampai stabil dan semua keluhan hilang baru dipulangkan,” pungkas Ani.















