Lukisan Denny JA yang dirberkati oleh Paus (Foto: dok Istimewa)

Beranda / Nasional / Lukisan Denny JA Bisa Tembus Rp34 Miliar Usai Diberkati Paus

Lukisan Denny JA Bisa Tembus Rp34 Miliar Usai Diberkati Paus

PravadaNews – Sebuah lukisan karya Denny JA yang disebut menerima berkat dari Pope Francis dalam peristiwa spontan di depan Galeri Nasional Indonesia pada September 2024 diperkirakan dapat mencapai nilai hingga Rp34 miliar.

Estimasi itu disampaikan oleh Satrio Arismunandar, akademisi dan pengamat budaya, melalui analisis berbasis kecerdasan buatan dan pembandingan data lelang karya seni religius internasional.

“Peristiwa ini berpotensi mengangkat status karya melalui apa yang disebut sebagai symbolic elevation,” kata Satrio, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Baca juga : Rekrutmen 20 Ribu Awak Kapal Dibuka

Menurut kronologi yang dihimpun, insiden terjadi ketika iring-iringan Paus melintas di depan galeri. Kendaraan disebut melambat saat sebuah lukisan diangkat oleh seorang pendeta bernama Sylvana.

Lukisan tersebut menggambarkan sosok Paus yang mencuci kaki rakyat kecil, simbol kerendahan hati dalam tradisi Injil. Dalam momen singkat itu, Paus membuka jendela kendaraan, menyapa, mendoakan, dan memberikan berkat pada lukisan tersebut.

Peristiwa itu disebut tidak direncanakan, sementara dokumentasi visual dan kesaksian tambahan dinilai masih diperlukan untuk memperkuat validitas historisnya.

Dalam analisanya, Satrio menyebut lukisan tersebut memuat empat dimensi nilai sekaligus: karya visual, simbol religius, artefak peristiwa, dan narasi lintas iman.

“Pendekatan ini merujuk pada konsep kapital simbolik dari Pierre Bourdieu, yang menekankan bahwa nilai karya seni tidak semata ditentukan oleh estetika, tetapi juga oleh konteks sosial dan historis,” tutur Satrio.

Melalui pemodelan berbasis AI dan pembandingan transaksi di rumah lelang seperti Sotheby’s dan Christie’s pada periode 2015–2024, Satrio menyusun sejumlah skenario nilai. Pada skenario konservatif, harga diperkirakan berkisar Rp2,5 miliar hingga Rp6,5 miliar. Skenario menengah berada di rentang Rp6,5 miliar hingga Rp14 miliar,

Sementara skenario premium mencapai Rp16 miliar hingga Rp24 miliar. Dalam kondisi khusus dengan pembeli tertentu, nilai disebut bisa menembus Rp34 miliar. Nilai tertinggi, menurutnya, sangat bergantung pada faktor non-pasar seperti keterikatan emosional dan religius calon pembeli.

Satrio menilai kekuatan utama karya ini terletak pada narasinya: pelukis berlatar Muslim, subjek pemimpin Katolik, tema kerendahan hati, serta peristiwa spontan di ruang publik.

“Kombinasi ini memberi relevansi dalam dialog lintas iman dan berpotensi meningkatkan daya tarik di pasar global,” ujar Satrio.

Kendati demikian, Satrio menegaskan estimasi tersebut masih bersifat indikatif dan bukan harga transaksi riil. Nilai akhir tetap bergantung pada kurasi, dokumentasi, serta verifikasi independen oleh penilai bersertifikat.

Dia juga mengungkap memiliki hubungan panjang dengan Denny JA sejak masa kuliah, yang disebutnya sebagai bagian dari transparansi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *