PravadaNews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan peringatan musim kemarau panjang dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika untuk mempercepat pengerukan kali sebagai langkah mitigasi banjir menjelang musim hujan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penurunan curah hujan mulai pertengahan April hingga September 2026 menjadi momentum untuk menggenjot normalisasi sungai.
“Jakarta, mulai pertengahan April ini diprediksi BMKG curah hujannya menurun, ada El Nino sampai September. Maka, Pemerintah Jakarta akan konsentrasi untuk melakukan pengerukan kali dan normalisasi sungai,” kata Pramono, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Baca juga : DKI Dorong Diversifikasi Pangan Warga
Pramono meninjau langsung pengerukan di Kanal Banjir Barat pada segmen Pintu Air Manggarai hingga Jalan Kyai Tapa (Roxy). Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir.
Pengerukan di kanal tersebut mencakup total volume 179.269 meter kubik dengan panjang penanganan yang terbagi dalam tiga segmen. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada segmen Pintu Air Karet hingga Jalan Kyai Tapa sepanjang 3.850 meter, dengan target volume sekitar 165.381 meter kubik.
Ke depan, lanjutnya, hasil pengerukan akan diintegrasikan dengan program normalisasi di aliran Sungai Ciliwung dan Kali Krukut guna memperlancar aliran air menuju laut.
“Kalau ini berhasil, aliran air ke laut akan semakin cepat. Tantangannya memang saat terjadi rob, air tetap tertahan. Namun, ini bagian dari upaya besar kita untuk mengendalikan banjir,” ujar Pramono.















