Jemaah Haji Menuju Arafah. (Foto: Dok. Kemenhaj RI)

Beranda / Nasional / Pergerakan Jemaah Menuju Arafah Dibagi 3 Tahap

Pergerakan Jemaah Menuju Arafah Dibagi 3 Tahap

PravadaNews – Jemaah haji Indonesia mulai menuju Arafah bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah, untuk menjalani rangkaian ibadah haji.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Maria Ulfa Assegaf menyampaikan, memasuki hari ke-34, operasional penyelenggaraan ibadah haji sudah mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji.

“Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisplinan seluruh jemaah,” kata Maria di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Maria menjelaskan, pergerakan jemaah haji Indonesia dibagi menjadi tiga tahap yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

Kemenhaj mengimbau kepada seluruh jemaah haji agar mengikuti jadwal yang sudah ditentukan. Selain itu, jemaah juga diimbau untuk tidak bergerak sendiri dan selalu bersama rombongan.

Baca Juga: Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Aceh Baru 30%

“Selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman,” jelas Maria.

Maria meminta kepada seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan beristirahat yang cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih.

“Serta, menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” kata Maria.

Sementara itu, Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Maman Imanul Haq mendesak pemerintah untuk menjamin kelancaran armada transportasi jemaah haji dari Muzdalifah menuju Mina.

Selain itu, Maman bersyukur seluruh jemaah haji Indonesia telah dipastikan berada di Arafah untuk mengikuti pelaksanaan wukuf.

“Namun, yang juga sangat krusial adalah memastikan seluruh jemaah dari Muzdalifah dapat terangkut menuju Mina,” ujar Maman di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, keterlambatan pengangkutan akan berakibat fatal bagi keselamatan jiwa karena faktor kelelahan fisik yang ekstrem.

Kepadatan jutaan manusia serta cuaca panas di Arab Saudi menjadi ancaman nyata bagi jemaah haji Indonesia. “Khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan jemaah risiko tinggi (risti),” jelas Maman.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *