PravadaNews – Dalam sebuah pesan pada hari Sabtu yang menandai Hari Angkatan Darat, Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei memuji angkatan darat negara atas keberaniannya membela bangsa dalam perang.
Ayatollah mengatakan, angkatan darat Republik Islam Iran telah dengan berani membela tanah, air, dan bendera yang menjadi miliknya dalam menghadapi perang agresi AS-Israel.
“Dengan dukungan ilahi dan rakyat yang kuat, dan dalam barisan yang padat dan kokoh, bahu membahu dengan para pejuang angkatan bersenjata lainnya, angkatan darat telah menghadapi dua pasukan di garis depan kekafiran dan kesombongan, membuat kelemahan dan penghinaan mereka terlihat jelas di mata dunia,” demikian bunyi pesan yang dikeluarkan pada kesempatan Farvardin 29, yang menandai pembentukan resmi Angkatan Darat Republik Islam Iran, dikutip Minggu (19/4/2026), melanisr Press TV.
Baca Juga: China Klaim Veto Hormuz Cegah Eskalasi
Pemimpin Revolusi Islam yang juga merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata Iran itu , menekankan bahwa sebagaimana drone tentara Iran menyerang secepat kilat terhadap penjahat Amerika dan Zionis, angkatan lautnya yang gagah berani siap membuat musuh merasakan pahitnya kekalahan baru.
Pesan yang dikeluarkan pada hari yang dinamai untuk menghormati tentara oleh mendiang pendiri Republik Islam, Imam Khomeini, mengucapkan selamat kepada seluruh personel tentara, keluarga mereka, dan bangsa Iran.
Ayatollah Mojtaba Khamenei menggambarkan kemenangan Revolusi Islam sebagai titik balik dalam sejarah tentara, menandai berakhirnya era kelemahan yang telah dipaksakan oleh musuh dan pengkhianat internal.
Ayatollah mencatat bahwa setelah Revolusi Islam 1979, angkatan darat meninggalkan orbit sistem Pahlavi yang tirani dan menemukan tempatnya yang layak dalam pelukan hangat rakyat Iran.
Lebih lanjut Pemimpin Tertinggi Iran itu menyatakan bahwa tanggal 29 Farvardin bertepatan dengan hari kelahiran Pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang bekerja tanpa lelah sejak dekade pertama revolusi untuk mempertahankan angkatan darat dari seruan-seruan yang mengancam pembubarannya dan untuk meningkatkan kemampuannya di berbagai bidang.













