PravadaNews – Mengantisipasi rencana aksi demonstrasi yang akan digelar elemen mahasiswa dan masyarakat di kawasan Mabes Polri, Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah skema pengamanan guna menjaga situasi tetap kondusif pada Jumat (27/2/2026).
Aparat kepolisian akan menerapkan berbagai langkah preventif, termasuk rekayasa lalu lintas dan penyekatan di sejumlah ruas jalan yang berada di wilayah hukum kepolisian metropolitan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan, pengamanan dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kepadatan massa sekaligus memastikan aktivitas masyarakat di Jakarta tetap berjalan aman dan tertib selama berlangsungnya aksi penyampaian pendapat tersebut.
Baca juga: Kapolri Ajak Ormas-Mahasiswa Jaga Stabilitas
“Selain dari pelayanan aksi yang dilaksanakan di on the spot ini, kami juga 13 Polres jajaran bersama komponen masyarakat terlibat dalam melakukan penyekatan,” kata Budi.
Budi mengatakan agar para mahasiswa yang akan turun mengemukakan pendapatnya itu agar bisa menjaga kelompoknya agar tidak mengikutsertakan pelajar atau siswa STM.
“Kita juga sudah memberikan himbauan kepada elemen mahasiswa, kampus, apabila dalam melaksanakan penyampaian pendapat itu murni dari mahasiswa. Tidak melibatkan kaum-kaum, golongan-golongan tertentu,” ucap Budi.
Menurutnya, ketika aksi demo ini berhasil ditunggangi oleh penumpang gelap, maka akan mencoreng aksi yang sudah dilindungi oleh Undang-Undang.
“Mencoreng aksi yang disampaikan oleh orang yang harusnya dilindungi oleh undang-undang dan konstitusi, tapi cacat karena ada tunggangan-tunggangan. Makanya Polda, para Polres jajaran juga melakukan penyekatan,” ungkapnya.
Selain itu, Budi Hermanto mengatakan pihaknya juga melakukan imbauan di ruang siber agar bisa melaksanakan aksi dengan tertib dan aman.
Dalam hal ini, nantinya akan ada 3.093 personel kepolisian yang disiagakan untuk melakukan pengamanan demo hari ini.
Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Mabes Polri. Namun, hal itu masih bersifat situasional melihat kondisi di lapangan.
Untuk informasi, Sejumlah elemen mahasiswa akan menggelar aksi demo atau unjuk rasa menuntut kematian Arianto Tawakkal (AT) di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/2).
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) telah membagikan flyer aksi tersebut di akun medsosnya.Aksi demo bakal dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB.















