PravadaNews – Bahaya makan seblak sering kali terabaikan di balik kelezatan dan kepopulerannya, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.
Seblak dengan rasa pedas dan gurih memang menggiurkan. Namun, jika Anda tidak membatasi porsi dan frekuensi konsumsi, hidangan ini bisa berbahaya untuk kesehatan.
Melansir dari laman Alodokter, Seblak adalah makanan khas Jawa barat dengan ciri khas berupa kerupuk basah yang direndam dan dimasak dengan bumbu pedas, serta diberi tambahan topping, seperti sosis, bakso, telur, ayam suwir, dan sayuran.
Meski mengandung karbohidrat dari kerupuk dan sedikit protein dari telur atau daging, seblak umumnya rendah serat.
Kandungan lemak, garam, dan MSG dalam seblak cukup tinggi. Sebagian besar seblak juga tidak mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian, apalagi jika porsinya besar dan konsumsi terlalu sering.
Oleh sebab itu, siapa pun disarankan untuk tidak makan seblak secara berlebihan. Menjadikan seblak sekadar camilan sesekali, bukan makanan pokok sehari-hari, adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan tubuh jangka panjang.
Bahaya Makan Seblak untuk Tubuh
Bahaya makan seblak sebenarnya bisa berdampak cukup luas pada kesehatan tubuh Anda.
Berikut ini beberapa masalah yang dapat muncul jika makan seblak terlalu sering:
- Gangguan pencernaan
Kandungan utama seblak berupa cabai, minyak, dan penyedap rasa yang tinggi dapat memicu iritasi pada lambung dan usus.
Bagi Anda dengan riwayat maag, makan seblak dalam jumlah banyak atau dengan tingkat kepedasan tinggi bisa menyebabkan perut perih, nyeri ulu hati, dan bahkan maag kambuh.
Pada beberapa orang, konsumsi seblak juga dapat memicu buang air besar lebih sering atau diare, akibat efek pencahar dari cabai dan minyak yang tidak terserap sempurna.
- Tekanan darah tinggi
Kandungan garam dalam seblak, baik dari bumbu maupun topping olahan, seperti sosis dan bakso, biasanya cukup tinggi.
Asupan garam berlebih dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga volume darah meningkat dan tekanan pada dinding pembuluh darah pun naik.
Jika Anda sering mengonsumsi seblak tanpa membatasi asupan garam dari makanan lain, risiko mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi lebih besar.
Hipertensi yang tidak dikendalikan bisa meningkatkan risiko terkena stroke, serangan jantung, hingga kerusakan organ vital dalam jangka panjang.
- Gangguan ginjal
Selain garam, seblak juga sering mengandung MSG dan bahan tambahan lain dalam kadar tinggi. Ginjal berperan penting dalam membuang kelebihan garam, MSG, dan zat sisa dari tubuh.
Jika tubuh harus terus-menerus menyaring zat-zat ini dalam jumlah banyak, kerja ginjal akan menjadi lebih berat.
Pada orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal, konsumsi seblak berlebihan dapat mempercepat kerusakan fungsi ginjal.
Akibatnya, risiko pembengkakan kaki, tekanan darah sulit terkontrol, hingga gagal ginjal pun semakin besar.














