PravadaNews – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan, hingga hari pertama Idulfitri 2026, belum terjadi lonjakan jumlah kasus kesehatan di rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia.
Kondisi ini menunjukkan layanan kesehatan masih berada dalam situasi terkendali meskipun mobilitas masyarakat meningkat selama periode libur Lebaran.
Dante menambahkan, pemerintah terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan kasus di berbagai daerah, sekaligus memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis tetap optimal.
Dante juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat serta waspada terhadap potensi gangguan kesehatan selama masa liburan, agar kondisi yang stabil ini dapat terus dipertahankan.
“Kita memantau lewat Pusat Krisis, belum ada lonjakan kejadian luar biasa untuk penyakit apapun di rumah sakit-rumah sakit,” kata Wamenkes Dante saat dihubungi, Sabtu (21/3/2026).
Pihaknya terus memantau kondisi kesehatan masyarakat lewat Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.
Menurut Dante, biasanya kenaikan kasus kesehatan yang dilaporkan oleh fasilitas kesehatan terjadi setelah masa libur Lebaran usai.
“Nanti setelah libur,” kata Dante.
Untuk menekan kenaikan kasus pasca-Lebaran, dokter-dokter menyiasatinya dengan membekali para pasien mereka dengan jumlah obat yang cukup untuk digunakan hingga masa libur Lebaran selesai.
“Jadi kita membekali pengobatan sebelum liburan, itu yang paling penting. Pengobatan sebelum liburan itu kita berikan obat sampai masa liburnya selesai,” kata Dante.
Menurut Dante, baik pasien dewasa maupun pasien anak dengan kondisi kesehatan yang serius mendapatkan perhatian lebih untuk mencegah kondisi mereka memburuk pasca-Hari Raya Idulfitri.
“Semua, dewasa maupun anak-anak yang memiliki riwayat penyakit kronis, contohnya penyakit diabetes, hipertensi, itu semuanya kita tangani,” kata Dante.















