PravadaNews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mengeluarkan peringatan bagi para pemudik yang akan melintasi wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Peringatan ini disampaikan terkait suhu udara yang diprediksi cukup panas sepanjang jalur mudik, yang berpotensi menimbulkan risiko dehidrasi dan kelelahan bagi para pengendara maupun penumpang.
Kondisi panas tersebut diperkirakan terjadi karena pola cuaca cerah dengan intensitas sinar matahari yang tinggi di siang hari. Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 33–35 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif yang cukup tinggi di beberapa wilayah. Fenomena ini menuntut kewaspadaan lebih bagi para pemudik, terutama mereka yang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca juga: Gubernur Papua Barat Temui Mentan Bahas Penguatan Pertanian
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan beberapa langkah antisipasi agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Beberapa rekomendasi yang diberikan antara lain memastikan kecukupan asupan cairan, mengenakan pakaian yang nyaman dan berwarna terang, serta rutin beristirahat untuk menghindari kelelahan akibat panas. Selain itu, pengendara disarankan untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan dan memastikan sistem pendingin kendaraan bekerja dengan baik.
Selain suhu udara yang tinggi, BMKG juga memprediksi kemungkinan terjadinya hujan lokal ringan pada sore hingga malam hari di beberapa daerah. Pemudik dihimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama di wilayah perbukitan atau daerah yang rawan genangan.
Peringatan ini dikeluarkan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dalam rangka mudik Lebaran, di mana ribuan kendaraan diperkirakan akan melintasi jalan utama Sumatera Selatan menuju berbagai daerah tujuan.
BMKG menekankan pentingnya kombinasi antara kesiapan fisik, kendaraan, dan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan lancar.
Dengan adanya informasi cuaca terkini ini, diharapkan masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih matang, mengatur jadwal keberangkatan, dan menyiapkan segala kebutuhan agar tetap sehat dan nyaman selama perjalanan menjelang Idul Fitri.
Kepala Unit Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang Sinta Andayani mengatakan, kondisi cuaca di wilayah Sumsel secara umum diprakirakan cerah berawan selama sepekan ke depan, sehingga relatif kondusif bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran.
“Secara umum kondisi cuaca cukup kondusif bagi masyarakat yang akan melakukan mudik, namun perlu mewaspadai suhu udara yang cukup panas pada siang hari karena potensi hujan cenderung menurun dalam tujuh hingga 10 hari ke depan,” kata Sinta, Jumat (13/3/2026).
Sinta menjelaskan, suhu maksimum di wilayah dataran rendah seperti Kota Palembang saat ini antara 33 hingga 34 derajat Celsius. Suhu yang cukup tinggi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara, terutama pemudik yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan menggunakan pelindung diri, seperti topi atau payung, serta menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca secara mendadak di beberapa wilayah.
Perbedaan suhu udara yang kontras antara kondisi panas terik dan hujan dapat memicu munculnya angin kencang serta petir yang berpotensi terjadi di sejumlah lokasi perjalanan.
“Masyarakat perlu mewaspadai potensi angin kencang yang biasanya terjadi menjelang turunnya hujan. Perbedaan suhu udara yang cukup kontras dapat memicu timbulnya petir serta peningkatan kecepatan angin secara mendadak,” kata Sinta.
Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang bersifat lokal masih berpeluang terjadi di wilayah Sumsel bagian selatan, seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, OKU Timur, Lahat, dan Muara Enim.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya para pemudik, untuk memantau informasi prakiraan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca selama perjalanan.















