PravadaNews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga Minggu (29/3), seiring meningkatnya aktivitas atmosfer yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir.
Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika cuaca regional yang masih labil, sehingga masyarakat di wilayah rawan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Karina Husna juga menegaskan pentingnya pemantauan informasi cuaca terkini, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun di daerah pesisir dan perbukitan, guna meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem tersebut.
Baca juga: Sumut Terdeteksi 15 Titik Panas
“Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian,” kata Karina di Manado, Selasa (24/3/2026).
Karina menjelaskan, terdapat siklon tropis Narelle di pesisir utara Australia yang menarik massa udara di sekitar wilayah Sulawesi Utara.
Secara umum nilai anomali suhu permukaan laut pada rentang -2 sampai +2 derajat Celcius di Laut Sulawesi yang berpotensi terhadap penambahan massa uap air.
Selanjutnya, nilai SOI +12.9 berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, khususnya wilayah Sulawesi Utara.
Gelombang Kelvin berkontribusi terhadap peningkatan labilitas udara di wilayah Sulawesi Utara, sementara indeks labilitas lokal yang kuat mendukung pertumbuhan awan konvektif di beberapa wilayah.
Karina menjelaskan, hari ini potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Pada Rabu (25/3), diperkirakan terjadi di wilayah Kota Bitung, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara, sedangkan pada Kamis (26/3) dapat terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Pada Jumat (27/3), berpeluang terjadi di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Selatan, sedangkan pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3) diperkirakan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.















