PravadaNews – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) alami kenaikan di pasar global. Harga CPO diprediksi akan menyentuh 1.050 dolar AS – 1.125 dolar AS per ton hingga kuartal I-2026.
Namun, kenaikan CPO tidak berdampak pada harga Minyakita di pasaran. Harga minyak stabil dan tidak ada kenaikan.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, belum ada tanda-tanda kenaikan harga minyak goreng di pasar domestik.
“Enggak, enggak, enggak. Saat ini belum ada info ke saya. Selama ini belum ada kenaikan,” kata Budi kepada wartawan, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Budi memastikan harga Minyakita tidak alami kenaikan hingga jelang Lebaran. Bahkan, kata Budi, harga Minyakita cenderung turun.
Data tersebut berdasarkan hasil dari pemantauan pada Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
“Kemarin kalau cek harga Minyakita saja juga sekarang malah turun, kan? Berapa sekarang? Sekarang Rp 15.800 per liter,” kata Budi.
Baca Juga: Kenaikan Harga Minyak Dunia Ancam APBN
“Cek di SP2KP turun terus grafiknya. Jadi belum ada pengaruhnya sampai sekarang,” tambah Mendag Budi.
Bud memberikan penjelasan soal kemungkinan harga minyak tembus Rp20.000 per liter, seperti yang terjadi di 2021-2022.
Menurutnya, harga minyak domestikan masih cenderung aman dan stabil. Budi menyakini kenaikan di tahun 2021-2022 tidak akan terulang.
“Rasanya sih enggak deh (mengulang 2021-2022),” pungkas Budi.
Jaga Ketahanan Pangan dan Energi
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengingatkan dunia usaha dan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan pangan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menurut Anindya, dinamika geopolitik tersebut dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional apabila tidak diantisipasi dengan langkah penguatan sektor strategis.
“Kalau yang terpikir di depan mata ada dua: bagaimana memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi. Itu mesti dijaga, baik sebagai industri maupun stabilitas nasional,” kata Anindya di Jakarta dikutip, Sabtu (14/3/2026).















