Penyebab Puting Sakit saat Menyusui. (Foto: Dok. Alodokter)

Beranda / Kesehatan / Ini Lho Penyebab Puting Sakit saat Menyusui

Ini Lho Penyebab Puting Sakit saat Menyusui

PravadaNews – Puting sakit saat menyusui sering kali menjadi hal yang dikeluhkan ibu ketika memberikan ASI, karena mengganggu kenyamanan.

Keluhan ini memang umum terjadi. Meski begitu, memahami apa penyebab puting sakit saat menyusui, cara menanganinya, serta langkah pencegahan sangat penting agar proses menyusui Si Kecil tetap berjalan lancar.

Melansir dari laman Alodokter, puting sakit saat menyusui adalah hal yang cukup sering dialami dan menjadi kekhawatiran banyak ibu.

Kondisi ini sering kali disertai dengan keluhan lain, seperti puting tampak merah, bengkak, kulit mengelupas, atau berdarah.

Meski tidak selalu berbahaya, nyeri pada puting dapat mengganggu proses pemberian ASI jika tidak segera diatasi dengan cara yang tepat.

Baca Juga: 4 Makanan Pengganti Nasi untuk Minum Obat

Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter jika gejala memburuk atau tidak membaik setelah perawatan mandiri.

Berikut Ini Penyebab Puting Sakit Saat Menyusui:

  1. Posisi dan pelekatan yang kurang tepat

Salah satu penyebab paling umum puting sakit saat menyusui adalah teknik menyusui yang kurang benar.

Misalnya, jika mulut bayi hanya menempel pada ujung puting dan tidak menutupi sebagian besar areola, hisapan akan langsung mengenai puting dan membuatnya mudah lecet atau luka.

Akibatnya, puting pun akan terasa sakit. Hal ini sering terjadi pada minggu-minggu awal menyusui saat ibu dan bayi masih beradaptasi.

Selain pelekatan yang salah, posisi menyusui yang kurang nyaman juga dapat membuat bayi sulit mengisap ASI dengan efektif, sehingga resiko puting terluka dan terasa sakit lebih tinggi.

  1. Luka atau lecet pada puting

Puting yang mengalami gesekan terus-menerus, terutama akibat pelekatan yang salah, bisa menjadi lecet hingga terluka dan menyebabkan puting sakit saat menyusui.

Luka ini biasanya berupa kulit yang mengelupas, pecah-pecah, bahkan terkadang berdarah.

Tak hanya itu, munculnya luka pada puting juga dapat dipicu oleh kebiasaan bayi yang suka mengisap atau menarik puting terlalu lama, terutama saat sedang rewel atau ingin tidur.

Pada ibu yang baru mulai menyusui, lecet sering dianggap wajar, tetapi luka yang dibiarkan tanpa perbaikan teknik menyusui akan memperparah rasa sakit.

  1. Infeksi jamur

Infeksi jamur pada puting (kandidiasis) terjadi ketika adanya pertumbuhan jamur Candida berlebih di area puting dan areola.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan puting sakit saat menyusui yang terasa tajam, serta muncul sensasi terbakar atau gatal di puting.

Selain itu, puting dan areola juga terkadang tampak kemerahan atau mengilap, dan mungkin muncul bercak putih di mulut bayi.

Infeksi ini mudah menular antara ibu dan bayi. Kondisi ini bisanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penggunaan antibiotik, luka pada puting, kelembapan berlebih pada payudara, atau kebersihan mulut bayi yang kurang terjaga.

  1. Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara, biasanya akibat infeksi bakteri.

Kondisi ini biasanya hanya terjadi pada salah satu payudara dan ditandai dengan gejala puting sakit saat menyusui, serta payudara bengkak dan tampak kemerahan.

Selain membuat payudara terasa sakit, bengkak, dan kemerahan, mastitis juga terkadang menyebabkan demam, menggigil, badan terasa lemas, dan keluarnya nanah dari puting.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *