PravadaNews – Iran menyatakan bahwa setiap warga negara dan pejabat Amerika yang memiliki ‘hati nurani yang bersih’ harus menolak agresi militer AS-Israel yang dimulai pada akhir bulan lalu.
Melansir dari PressTV pada Kamis (19/3), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada hari Kamis setelah pengunduran diri Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCC) pemerintahan Trump, Joseph Kent.
Dalam unggahan di platform media sosial X pada hari Selasa, Kent menulis, “Saya tidak dapat dengan hati nurani yang baik mendukung perang melawan Iran.”
Sebagai reaksi terhadap pernyataan Kent, juru bicara Iran mengatakan, “Perang ini bukanlah perang rakyat Amerika.”
Baca Juga: Iran Syaratkan Jaminan Anti Agresi
Esmaeil Baghaei mengatakan, warga Amerika Serikat yang memiliki hati nurani harus dengan tegas menolak perangan di Timur Tengah.
“Menolak perang ilegal ini adalah hal minimal yang dapat dan harus dilakukan oleh setiap warga negara dan pejabat Amerika yang memiliki hati nurani yang bersih,” tulis Baghaei.
Esmaeil Baghaei me-retweet unggahan yang dipublikasikan oleh pejabat tinggi kontra-terorisme AS yang mengatakan bahwa “Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan kita memasuki perang ini karena Israel dan tekanan dari lobi Amerika yang kuat.”















