Ilustrasi penutupan Selat Hormuz (Foto: dok PravadaNews)

Beranda / Mancanegara / Iran Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka

Iran Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka

PravadaNews– Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan Selat Hormuz tidak ditutup di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, kapal yang melintas harus mematuhi protokol lalu lintas yang diberlakukan Iran selama masa perang.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan Selat Hormuz tetap dapat dilalui kapal-kapal dari negara yang tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran serta mematuhi aturan pelayaran yang ditetapkan.

“Tentu negara-negara yang tidak bekerja sama dengan pihak musuh, dan mereka yang mematuhi protokol lalu lintas dari Selat Hormuz, khususnya pada saat perang, mereka bisa melewati Selat Hormuz,” kata Boroujerdi dikutip Minggu (15/3/2026).

Baca juga: Iran Tolak Pasukan Asing di Selat Hormuz

Menurut Boroujerd, Iran tidak menutup jalur pelayaran strategis tersebut, tetapi tetap melakukan pengawasan ketat untuk menjamin keamanan wilayahnya di tengah konflik yang masih berlangsung.

Boroujerdi mencontohkan dua kapal Indonesia yang diizinkan melintas di Selat Hormuz setelah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Boroujerdi menegaskan Iran berkepentingan menjaga keamanan di wilayah tersebut karena Selat Hormuz berada di kawasan yang sensitif secara militer.

“Jika ini tidak aman bagi kami, maka tidak aman bagi semuanya. Protokol lalu lintas di Selat Hormuz pada saat perang mengizinkan kapal-kapal untuk lewat,” ujar Boroujerdi.

Di sisi lain, Boroujerdi menuduh Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan terhadap Iran yang menargetkan kawasan sipil.

Menurut Boroujerdi, serangan tersebut menyasar rumah warga, fasilitas sipil, dan berbagai ruang publik. Boroujerdi menegaskan Iran akan terus melakukan perlawanan terhadap serangan tersebut.

“Kami tidak akan kompromi dengan pihak musuh,” kata Boroujerdi.

Boroujerdi juga menyatakan pihak yang menyerang Iran perlu diberi pelajaran agar menghentikan agresinya.

“Pihak musuh harus diberi pelajaran agar mereka belajar dari perkembangan yang terjadi. Dan kelihatannya kami masih jauh dari posisi tersebut,” pungkas Boroujerdi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *