Ilustrasi Bendera Negara Iran (Foto: dok PravadaNews)

Beranda / Mancanegara / Iran Tolak Pasukan Asing di Selat Hormuz

Iran Tolak Pasukan Asing di Selat Hormuz

PravadaNews– Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan negaranya menolak kehadiran pasukan non-regional di Selat Hormuz. 

Menurut Jalali, keterlibatan pihak luar justru akan memperumit situasi ketegangan di Timur Tengah, di tengah gagasan Presiden Prancis Emmanuel Macron membentuk koalisi keamanan untuk jalur pelayaran strategis tersebut.

Jalali mengatakan Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia, harus dijaga oleh negara-negara regional dan bukan oleh pasukan asing.

“Kami menentang masuknya pasukan non-regional ke wilayah tersebut. Mereka hanya memperumit masalah regional dan tidak melakukan apa pun,” kata Jalali kepada RIA Novosti dikutip Sabtu (14/3/2026). 

Baca juga: Penutupan Selat Hormuz dalam Perspektif Hukum Internasional

Jalali menuturkan, konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah bukanlah perang yang bersifat regional, melainkan situasi yang “dipaksakan dari luar.” 

Pernyataan itu muncul di tengah wacana keamanan jalur pelayaran yang meningkat seiring eskalasi ketegangan dengan Iran.

Sebagai informasi, Presiden Emmanuel Macron mengusulkan pembentukan koalisi internasional yang menggabungkan kekuatan militer dan sumber daya negara-negara lain untuk memastikan keamanan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Macron menyebut misi tersebut dapat dimulai setelah fase paling akut dari konflik dengan Iran berakhir.

Jalali menekankan bahwa langkah semacam itu justru akan meningkatkan kompleksitas ketegangan dan berpotensi memicu respons yang lebih besar dari Tehran.

“Pendekatan non-regional tidak membantu dan hanya menambah risiko,” ujar Jalali. 

Sebelumnya, – Ketua Parlemen Iran menegaskan negaranya tidak akan menyetujui gencatan senjata selama pihak yang menyerang belum diberi pelajaran. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer yang melibatkan Teheran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan Iran tidak menginginkan gencatan senjata sebelum pihak yang melakukan agresi terhadap negaranya diberi pelajaran agar tidak mengulangi serangan di masa depan.

Adapun pernyataan itu disampaikan Ghalibaf melalui unggahan di platform media sosial X dikutip Rabu (11/3/2026).

“Kami secara tegas tidak menginginkan gencatan senjata. Kami yakin bahwa agresor harus ‘ditampar’ agar ia belajar dari kesalahannya dan tidak pernah lagi memikirkan menyerang Iran kami tercinta,” tulis Ghalibaf.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *