Ilustrasi pengecekan Gula Darah dan Kolesterol. (Foto: Alodokter)

Beranda / Kesehatan / Kebiasaan Pemicu Kolesterol Naik Saat Puasa

Kebiasaan Pemicu Kolesterol Naik Saat Puasa

PravadaNews – Meningkatnya kadar kolesterol dan gula darah saat berpuasa kerap mengejutkan sebagian masyarakat, mengingat puasa dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Perubahan pola makan, kurangnya aktivitas fisik, hingga kebiasaan tidur yang tidak teratur selama bulan puasa diduga menjadi faktor utama yang memicu kondisi tersebut.

Alih-alih membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil, kebiasaan yang kurang tepat justru dapat menyebabkan gangguan kesehatan, baik selama menjalani puasa maupun dalam jangka panjang.

Baca juga: Manfaat Minum Air Putih Usai Olahraga

Beragam Penyebab Kolesterol dan Gula Darah Naik Saat Puasa

Ada sejumlah faktor utama yang menjadi penyebab kolesterol dan gula darah naik saat puasa, berikut di antaranya:

  1. Pola makan tinggi gula dan lemak

Saat berbuka dan sahur, tidak sedikit orang yang mengonsumsi minuman serta makanan tinggi gula dan lemak, seperti kolak, sirup, teh manis, gorengan, atau makanan bersantan.

Padahal, mengonsumsi minuman dan makanan tersebut, baik saat berbuka dan sahur, bisa menjadi penyebab kolesterol dan gula darah naik saat puasa lho. Hal ini bisa terjadi karena gula sederhana dalam minuman dan makanan manis mudah diserap oleh tubuh, sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara mendadak.

Sementara itu, lemak jenuh yang banyak terdapat pada makanan bersantan dan gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Jika pola makan seperti ini berlangsung terus selama bulan puasa, risiko terjadinya komplikasi, seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke akan meningkat, terutama pada orang yang memang sudah memiliki faktor risiko sebelumnya.

  1. Porsi makan berlebihan setelah berpuasa

Buka puasa memang waktu yang ditunggu-tunggu setelah seharian menahan lapar, tetapi bukan berarti Anda boleh “balas dendam” dengan menyantap segala macam makanan yang ada ya. Pasalnya, hal ini justru bisa menjadi penyebab kolesterol dan gula darah naik saat puasa.

Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh yang sudah lama tidak menerima asupan makanan akan sulit mencerna makanan dalam jumlah besar sekaligus. Akibatnya, kadar gula darah naik drastis karena glukosa dari makanan cepat masuk ke aliran darah.

Selain itu, konsumsi makanan mengandung lemak yang berlebihan dalam waktu singkat juga bisa menyebabkan lonjakan kolesterol.

Tidak hanya menjadi penyebab kolesterol dan darah naik saat puasa, makan berlebihan juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di perut, gangguan pencernaan, mudah mengantuk, hingga tekanan darah naik.

  1. Kurang asupan serat

Asupan serat yang cukup sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Sayangnya, saat puasa, menu sahur atau berbuka sering kali minim sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh sehingga tubuh kekurangan serat. Akibatnya, gula dari makanan akan lebih cepat diserap ke dalam darah sehingga gula darah mengalami lonjakan.

Selain itu, serat juga membantu mengikat kolesterol di saluran pencernaan agar lebih mudah dikeluarkan bersama feses. Namun, asupan serat yang kurang bisa menyebabkan kolesterol menumpuk di tubuh sehingga kadar kolesterol jahat naik.

  1. Kurang aktivitas fisik

Selama puasa, banyak orang memilih untuk mengurangi aktivitas fisik dengan alasan takut cepat lelah atau haus. Padahal, hal ini bisa membuat metabolisme tubuh jadi lambat sehingga proses pembakaran gula dan lemak menjadi energi juga berkurang.

Akibatnya, gula dan lemak yang tidak digunakan sebagai energi lebih mudah menumpuk dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol dan gula dalam darah.

  1. Peningkatan produksi gula di hati

Saat tubuh tidak mendapat asupan makanan selama puasa, hati akan memproduksi gula dari sumber non karbohidrat, seperti protein dan lemak, melalui proses yang disebut glukoneogenesis. Tujuannya adalah untuk menjaga suplai energi tubuh saat cadangan karbohidrat menipis.

Namun, jika asupan nutrisi selama berbuka dan sahur tidak seimbang, atau ada gangguan metabolik, seperti diabetes, tubuh dapat menghasilkan gula berlebih melalui glukoneogenesis. Akibatnya, kadar gula darah justru meningkat saat puasa.

  1. Kurang tidur dan perubahan jam istirahat

Puasa mengubah pola tidur harian dan kualitas tidur orang yang berpuasa, misalnya karena harus bangun lebih pagi untuk sahur dan tidur lebih larut karena tarawih atau menyiapkan bahan masak untuk menu sahur. Nah, kondisi ini ternyata bisa menjadi penyebab kolesterol dan gula darah naik saat puasa lho.

Pasalnya, kurang tidur atau jam tidur yang tidak teratur selama puasa dapat mengganggu keseimbangan hormon, seperti hormon insulin dan kortisol, yang berperan mengatur kadar gula darah dan metabolisme lemak. Akibatnya, kadar kolesterol dan gula dalam darah lebih mudah naik selama puasa.

  1. Stres selama puasa

Stres selama puasa, misalnya karena tekanan pekerjaan, aktivitas rumah tangga yang padat, atau perubahan rutinitas, juga bisa menjadi penyebab kolesterol dan gula darah naik saat puasa.

Hal ini bisa terjadi karena saat stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang dapat memicu peningkatan gula darah, karena tubuh ingin menyediakan energi ekstra untuk menghadapi tekanan.

Selain itu, meningkatnya kadar hormon kortisol saat stres juga dapat mengganggu metabolisme lemak sehingga kolesterol mudah naik, terutama jika disertai dengan makan berlebihan atau ngemil makanan tidak sehat saat berbuka dan sahur.

  1. Melewatkan sahur atau sahur tidak seimbang

Beberapa orang memilih untuk tidak sahur atau mengonsumsi makanan yang hanya mengandung karbohidrat sederhana, seperti roti putih, tanpa tambahan protein, lemak sehat, atau serat karena sudah mendekati waktu imsak.

Kebiasaan ini tidak boleh dibiarkan ya, karena bisa memicu dorongan untuk makan berlebih saat berbuka dan membuat tubuh kurang mampu mengatur kadar gula darah secara stabil. Selain itu, kebiasaan ini juga bisa membuat metabolisme lemak terganggu sehingga kadar kolesterol lebih mudah naik.

  1. Kurang minum air putih

Puasa membuat jam minum terbatas, sehingga risiko dehidrasi meningkat, terutama jika kebutuhan cairan antara waktu berbuka dan sahur tidak tercukupi. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, proses metabolisme gula dan lemak bisa terganggu. Alhasil, kadar gula dan kolesterol dalam darah meningkat selama puasa.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *