PravadaNews – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) RI meminta seluruh calon jemaah umrah menunda jadwal keberangkatan nya dalam waktu dekat seiring meletusnya perang AS dan Israel melawan Iran.
Adapun pasca kontak senjata AS dan Israel melawan Iran sejak Sabtu (28/2/2026), situasi timur tengah nampak cukup mencekam. Tak memakan waktu lama, Iran pun kembali membalas serangan AS dan Israel ke pangkalan militer nya.
Merespon hal itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simajuntak mengaku bakal membangun komunikasi lebih intens dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memantau situasi kawasan Timur Tengah.
Hal itu dilakukan dalam rangka untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh WNI dan juga jemaah umroh yang terjebak dalam situasi konflik tersebut.
Baca juga: Visa Haji Dikebut Selesai Awal Maret
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat menunda keberangkatan nya,” ujar Dahnil di Jakarta, Minggu (1/3).
Selain itu, Dahnil menghimbau seluruh jemaah umroh yang masih berada di Arab Saudi agar tetap tenang kemudian mencari lokasi yang cukup aman.
Dahnil menegaskan, pemerintah saat ini akan terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah Arab Saudi termasuk pemilik travel dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan keamanan dan keselamatan para jamaah hingga kepulangan ke tanah air.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jamaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” ungkap Dahnil.
Di sisi lain, pemerintah berharap masyarakat dapat menahan diri untuk tidak mudah tersulut atas informasi-informasi yang beredar di media sosial. Sebab, informasi tersebut harus ditelaah lebih dulu untuk mencari kebenaran fakta.
Adapun masyarakat disarankan tetap memantau arus informasi yang difasilitasi pemerintah untuk mencegah disinformasi dan hoaks atas pemerintah situasi konflik yang terjadi di timur tengah.
“Kami berharap kondisi segera normal. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jamaah,” tutup Dahnil. (GIB)















