PravadaNews – Pemulihan terhadap tiga wilayah terdampak bencana Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dilakukan pemerintah pusat dengan mengirimkan bantuan logistik maupun anggaran.
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pengan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengatakan, dua lembaga yang dipimpinnya itu akan memberikan bantuan reguler dan non regular untuk dari terdampak bencana.
Adapun bantuan reguler melalui Bapanas sekitar Rp1 triliun dan bantuan non reguler dari mitra dan program Kementan Peduli sebesar Rp75,8 miliar.
Tidak hanya itu, Kementan menggeser anggaran reguler untuk membantu pemulihan di sektor pertanian. Amran mengatakan, pemulihan sektor pertanian membutuhkan anggaran sebesar Rp4,7 triliun. Dan, lanjut Amran, Kementan sudah menggeser anggaran sebesar Rp1,4 triliun.
“Anggaran reguler kami gunakan Rp 1,49 triliun pada 2025, kemudian 2026 kami geser, dan masih membutuhkan tambahan 2026 Rp 2,1 triliun serta 2027 Rp 1,1 triliun. Total Rp 4,7 triliun, tetapi kami sudah geser anggaran Rp 1,4 triliun anggaran reguler dari Kementerian Pertanian,” kata Amran, dikutip pada Kamis (19/2/2026).
Selain itu, Amran memastikan stok beras di daerah terdampak bencana mencapai lebih dari 100 ribu ton untuk tiga bulan ke depan.
Baca Juga: Tambahan Anggaran TKD untuk Pulihkan Sumatera
“Insya Allah sektor pertanian khususnya ketersediaan pangan di lapangan cukup untuk tiga bulan ke depan,” jelas Amran.
Amran mengatakan, kerusakan lahan pertanian di daerah terdampak mencapai 94 ribu hektare. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk memulihkan sektor pertanian. “Hari ini kita sudah kirim dan penanaman kurang lebih 39 ribu hektare,” kata Amran.
Amran juga menyebutkan progres pemulihan menunjukkan hasil yang baik. Di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), lahan yang tertimbun justru mengandung humus yang subur sehingga hanya memerlukan perbaikan irigasi.
Amran menambahkan, sawah-sawah yang rusak akan direhab. Untungnya, tanah bekas longsoran mengandung humus yang membuat menjadi subur.
“Sehingga hanya irigasi yang kita perbaiki dan langsung kita melakukan penanaman,” jelas Amran.
Amran menuturkan, sektor pertanian akan tetap aman jika mendapat dukungan percepatan rehabilitasi dan dukungan anggaran. Selain itu, stok pangan nasional mencapai 3,5 juta ton. (ABP)















