PravadaNews – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan sejumlah duta besar negara sahabat dalam momentum halalbihalal Idulfitri 2026 yang digelar di Jakarta pada Sabtu.
Kehadiran para diplomat tersebut mencerminkan eratnya hubungan persahabatan Indonesia dengan berbagai negara, sekaligus menjadi ajang memperkuat komunikasi lintas negara dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam suasana Lebaran yang sarat nilai kebersamaan, pertemuan ini tidak hanya menjadi tradisi silaturahmi, tetapi juga ruang diplomasi informal yang strategis.
Megawati menyambut para tamu dengan penuh keakraban, menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antarbangsa serta memperkuat kerja sama di berbagai bidang demi kepentingan bersama.
Baca juga: Yusril Ajak Masyarakat Saling Memaafkan
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan para dubes yang hadir berasal dari Inggris, Iran, Palestina, serta Wakil Duta Besar Rusia.
“Para Duta Besar tersebut berbicara akrab dengan Ibu Megawati, menyampaikan berbagai persoalan geopolitik sampai hal-hal yang berkaitan dengan global warming,” kata Hasto, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Hasto menjelaskan, diskusi Megawati dengan para duta besar tidak berhenti di sana. Pihaknya sepakat untuk menindaklanjuti pembicaraan geopolitik tersebut ke dalam forum yang lebih akademis, dengan melibatkan Megawati Institute.
Adapun DPP PDI Perjuangan menggelar halalbihalal dalam rangka perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah yang dilaksanakan di Gedung B DPP PDIP, yang juga merupakan markas Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDIP.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto didampingi oleh sejumlah jajaran fungsionaris partai, seperti Johanes Oberlin Tobing dan Guntur Romli.
Hasto menuturkan alasan pemilihan Gedung B sebagai lokasi pertemuan, yakni karena tempatnya yang lebih luas dan kental dengan nuansa kebudayaan Nusantara.
“Sekaligus Ibu Mega hadir di Badan Kebudayaan. Tadi juga ditampilkan gamelan dan beberapa alat musik, ruangannya memang lebih luas dan lebih praktis untuk momentum halalbihalal ini,” ucap Hasto.
Hasto pun mengingatkan tradisi halalbihalal yang kini menjadi budaya nasional merupakan warisan ideologis dari Presiden pertama RI Soekarno.
Secara historis, istilah halalbihalal dicetuskan pada 1948 oleh Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah atas saran Bung Karno untuk mencairkan ketegangan politik nasional kala itu melalui momentum Idulfitri.
”Dalam Idul Fitri ini kan semua mengedepankan semangat persaudaraan. Itu yang dikedepankan, semangat maaf-memaafkan,” tutur Hasto.
Dalam acara halalbihalal, Megawati beserta jajaran DPP PDIP berkumpul untuk bersilaturahim. Sejumlah kader dan tamu undangan terus berdatangan di Gedung B DPP PDIP sejak pukul 11.00 WIB.















