PravadaNews – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan pembentukan holding maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) rampung pada semester I 2026.
Langkah ini dinilai krusial untuk mendongkrak pendapatan tanpa menambah armada pesawat. Adapun holding itu akan menggabungkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, anak usahanya PT Citilink Indonesia, serta PT Pelita Air Service yang merupakan lini bisnis maskapai dari PT Pertamina (Persero).
Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas mengatakan, penggabungan ini akan difokuskan pada efisiensi dan optimalisasi sistem pemesanan tiket.
“Holdingisasi dari Pelita, Citilink, dan Garuda artinya satu booking, satu Garuda point, mileage, registration, bahkan seat-nya bisa saling tukar dan sebagainya. Itu pasti bisa lebih efisien. Jadi optimalisasi dari sistem booking,” ujar Rohan dalam keterangannya, dikutip Jumat (27/2/2026).
Menurut Rohan, integrasi sistem akan memungkinkan sinergi rute dan armada, terutama pada jalur-jalur populer. Rohan mencontohkan rute Surabaya yang saat ini dilayani masing-masing maskapai.
Baca Juga: Menkop Bantah Isu Bakal Tutup Ritel Modern
“Jumlah pesawatnya jadi lebih banyak kalau bergabung. Rute yang sama bisa di masing-masing hanya 60 persen, kalau digabung penuh dua-duanya, tujuannya Surabaya misalkan yang paling populer. Citilink ada Surabaya, Pelita ada Surabaya, Garuda ada Surabaya, kenapa enggak satu flight?” tutur Rohan.
Rohan juga menyebut penggabungan sistem dan kerja sama operasional diharapkan memberi tambahan pendapatan, khususnya bagi Garuda Indonesia yang masih berupaya mencetak laba.
“Hopefully ya segera di semester I 2026, karena itu sangat krusial untuk mendapatkan extra income tanpa menambah pesawat,” ujar Rohan.
Kendati demikian, Rohan belum merinci bentuk holding yang akan dipilih, apakah melalui merger atau skema lain.
“Bagaimana bentuknya, merger atau apa, itu yang harus kita segera putuskan. Karena itu harus berhitung ya, bukan sekadar gabung atau beraliansi. Karena itu masalah pembukuan, masalah menggabungkan itu enggak mudah juga,” pungkas Rohan.















