PravadaNews – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 masih dalam kondisi stabil.
Budi menyampaikan hal tersebut saat melakukan peninjauan di Pasar Induk Kramat Jati, Rabu (11/3/2026). Peninjauan dilakukan bersama Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Budi menjelaskan, pemerintah terus memantau perkembangan harga bahan pokok melalui sistem pemantauan digital yang tersebar di berbagai daerah.
“Jadi kami ini ada pantauan secara online SP2KP, yaitu pantauan harga seluruh Indonesia di 550 titik pasar atau di sekitar 514 kabupaten/kota. Sampai sekarang alhamdulillah harga kebutuhan bahan pokok terkendali, pasokan terjamin, kemudian harga stabil,” ujar Budi.
Baca juga: OJK Bakal Perketat Penggunaan Dana IPO
Menurut Budi, sebagian besar harga bahan pokok juga masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Budi menegaskan pemerintah siap bergerak cepat apabila terjadi lonjakan harga di lapangan.
“Apabila terjadi kenaikan harga, kami akan secepatnya berkoordinasi dengan Satgas Pangan, dengan K/L (Kementerian/Lembaga) terkait, dan juga dengan pemasok tentunya dan kita setiap hari bisa ngecek harga melalui SP2KP yang kami sampaikan tadi,” sebut Budi.
Selain memantau harga, pemerintah juga menyoroti kebersihan pasar tradisional. Budi mengapresiasi keterlibatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Polda Metro Jaya dalam program pembersihan pasar melalui gerakan Bang Jasri (Bhayangkara Jakarta Asri).
Budi Menilai menilai pasar yang bersih dan sehat akan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat. “Jadi kalau pasarnya bersih, pasarnya sehat, maka semakin banyak orang yang datang untuk berbelanja,” pungkas Budi. (Bila)















