PravadaNews – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto berencana menempatkan Utusan Khusus Presiden di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nantinya, mereka ditugaskan untuk mengawasi kinerja perusahaan plat merah itu.
“Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden dan akan saya tunjuk untuk di setiap BUMN yang kita kelola,” kata Presiden ketika memberikan pengarahan di HUT ke-1 Danantara, di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).
Presiden Prabowo menilai, perlu pengawasan yang ketat di Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Menurutnya, pengawasan di Danantara sudah ketat.
“Saya kira Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia,” jelas Presiden.
Pengamat politik Yusak Farchan menilai, penempatan Utusan Khusus Presiden di BUMN merupakan langkah yang tepat.
“Rencana Presiden Prabowo menempatkan Utusan Khusus di setiap BUMN merupakan ide bagus,” kata Yusak kepada PravadaNews, Jumat (13/3).
Baca juga: BMKG Ingatkan Pemudik Waspadai Panas di Jalur Sumsel
Menurutnya, menempatkan Utusan Khusus Presiden di BUMN agar ada pengawasan berlapis. Sehingga, tata kelola BUMN menjadi lebih baik.
Yusak mengatakan, banyak BUMN tidak menunjukkan tren positif selama ini. Hal disebabkan karena tata kelola manajemen yang buruk.
“Selama ini banyak perusahaan plat merah merugi karena buruknya tata kelola dan tidak ada mekanisme punishment yang tegas,” ujar Yusak.
Yusak memandang, direksi BUMN perlu bertanggung jawab atas kerugian yang dialami perusahaan. Selama ini, kata Yusak, direksi BUMN enggan untuk bertanggung jawa atas kerugian perusahaan.
“Kalau BUMN rugi, mestinya pimpinan BUMN juga ikut bertanggung jawab, setidaknya mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral,”
“Tapi yang terjadi selama ini kan tidak, pimpinan BUMN enjoy saja saat perusahaannya boncos,” pungkas Yusak.















