PravadaNews– PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni mencatat penjualan tiket angkutan Lebaran 2026 baru mencapai 56,5 persen dari total kapasitas yang disediakan. Meski belum penuh, perseroan menilai tren permintaan masih akan meningkat seiring puncak arus mudik dan arus balik.
Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani mengatakan hingga periode 6 Maret–6 April 2026, tiket yang terjual mencapai 424.836 penumpang dari total kapasitas 751.550 penumpang.
“Total penjualan tiket kapal dalam periode ini mencapai 424.836 penumpang atau 56,5 persen dari total ketersediaan,” ujar Tri di Jakarta, dikutip Kamis (19/3/2026).
Baca juga : 477 Ribu Tiket Kereta Ludes Terjual
Menurut Tri, angka tersebut belum mencerminkan keseluruhan permintaan. Ia memperkirakan penjualan tiket masih akan bertambah dalam beberapa hari ke depan.
“Penjualan masih akan terus meningkat seiring periode arus mudik dan arus balik,” ucap Tri.
Tri menilai kebijakan potongan harga tiket sebesar 30 persen turut mendorong minat masyarakat menggunakan transportasi laut. Program ini berlaku di seluruh rute pelayaran selama angkutan Lebaran.
“Potongan harga ini membuat jumlah penumpang naik karena berlaku di semua rute perjalanan,” ujar Tri.
Tri juga menyebut, hari Rabu sebagai puncak arus mudik. Antusiasme penumpang terlihat di sejumlah pelabuhan utama.
“Berdasarkan data perusahaan menunjukkan Makassar menjadi pelabuhan keberangkatan terpadat dengan 35.393 penumpang, disusul Balikpapan 29.448 penumpang dan Batam 28.623 penumpang,” ungkap Tri.
Adapun pelabuhan tujuan dengan kedatangan tertinggi adalah Surabaya yang mencatat 49.436 penumpang, diikuti Makassar 35.023 penumpang dan Belawan 26.963 penumpang.
Untuk rute, jalur Batam–Belawan menjadi yang paling padat dengan 24.006 penumpang. Rute sebaliknya Belawan–Batam mencatat 15.340 penumpang, sementara Balikpapan–Surabaya mencapai 11.945 penumpang.
Tri mengatakan perusahaan terus berupaya meningkatkan layanan di tengah lonjakan penumpang. Salah satunya melalui digitalisasi layanan.
“Kami melakukan transformasi digital yang berorientasi pada kemudahan akses dan kenyamanan penumpang,” kata Tri.
Saat ini, lanjut Tri, Pelni mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan 75 pelabuhan. Selain itu, perseroan menjalankan 30 trayek kapal perintis untuk wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan, serta mengoperasikan kapal logistik, tol laut, dan kapal ternak guna mendukung distribusi nasional.















