Ilustrasi kenaikan harga sembako. (PravadaNews/Gemini IA)

Beranda / Ekonomi / Perang Iran Picu Lonjakan Harga Sembako

Perang Iran Picu Lonjakan Harga Sembako

PravadaNews – Eskalasi militer besar-besaran di Teluk Persia yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini mulai merambat ke meja makan masyarakat Indonesia.

Meskipun medan tempur berada ribuan kilometer jauhnya, gangguan pada jalur perdagangan global dan lonjakan harga energi akibat “Operation Epic Fury” telah memicu kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok (sembako) di berbagai pasar tradisional di tanah air.

Selat Hormuz Terhenti, Rantai Pasok Tercekik

Pemicu utama gejolak ini adalah penutupan de facto Selat Hormuz, jalur nadi yang mengalirkan seperlima minyak mentah dunia dan sepertiga bahan baku pupuk global. Laporan pasar terbaru menunjukkan harga pupuk urea dunia melonjak hingga 25% dalam sepekan terakhir.

Bagi Indonesia, ini adalah alarm bahaya. Kenaikan harga pupuk nitrogen dan amonia yang mayoritas dipasok melalui kawasan Teluk diprediksi akan meningkatkan biaya tanam petani lokal. Jika konflik berlangsung lebih dari dua minggu, harga komoditas berbasis gandum dan tanaman pangan lainnya seperti beras terancam ikut terkerek naik.

Harga Daging dan Minyak Goreng Mulai “Panas”

Pantauan di beberapa pasar induk di Jakarta dan Medan menunjukkan tren kenaikan harga pada komoditas impor dan turunan energi:

Daging Sapi dan Ayam: Biaya logistik internasional yang membengkak akibat naiknya harga bahan bakar kapal dan asuransi pengiriman mulai membebani harga daging impor. Selain itu, pakan ternak yang bahan bakunya bergantung pada pasar global turut mengalami penyesuaian harga.

Minyak Goreng: Harga CPO (minyak sawit mentah) global telah menembus angka $1.050 per ton. Meskipun Indonesia adalah produsen utama, harga domestik cenderung mengekor harga dunia. Jika harga minyak bumi terus bertahan di atas $90 per barel, harga minyak goreng curah di pasar bisa kembali melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi).

Gula Pasir: Kenaikan permintaan menjelang bulan Ramadan yang berbarengan dengan tersendatnya pasokan luar negeri membuat harga gula mulai merangkak naik di kisaran 5-8%.

Respons Pemerintah: Antisipasi “Panic Buying”

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan, pemerintah sedang berupaya keras memastikan stok cadangan pangan aman hingga Lebaran mendatang. Namun, Zulkifli tidak menampik produk yang menggunakan bahan baku impor akan terdampak signifikan oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang kini menembus angka Rp16.900.

Di tingkat daerah, para kepala daerah mulai mengimbau warga untuk tidak melakukan panic buying.

Edi menjelaskan Pemerintah Kota Pontianak melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok secara real time setiap hari. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah intervensi melalui operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga.

“Saya sudah arahkan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Pontianak untuk terus memantau secara real time setiap hari. Kita juga melakukan operasi pasar untuk komoditas pokok seperti beras, gula, tepung dan telur agar harga tetap terkendali dan inflasi tidak meningkat,” ujarnya, dikutip Senin (9/3/2026).

Edi menambahkan, situasi di Timur Tengah memang berdampak pada energi dan logistik, tapi stok pangan untuk bulan depan masih mencukupi. Untuk itu, Edi meminta warga untuk belanja dengan bijak.

Ancaman Inflasi di Depan Mata

Para ekonom memperingatkan perang ini bisa menjadi “shock” baru bagi pemulihan ekonomi global. Dengan harga minyak mentah Brent yang melonjak hampir 28% sejak dimulainya serangan pekan lalu, beban subsidi BBM pemerintah akan membengkak. Jika pemerintah terpaksa menyesuaikan harga BBM nonsubsidi dalam waktu dekat, maka efek domino terhadap harga sembako akan semakin sulit dihindari.

Kini, harapan publik bergantung pada seberapa cepat ketegangan di Teluk bisa mereda. Namun, dengan pernyataan Menhan AS Pete Hegseth bahwa operasi ini “baru permulaan,” masyarakat tampaknya harus bersiap menghadapi periode harga tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *