PravadaNews – Personel Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Jalan Pengantin Ali 7, Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3) sebagai tindak lanjut atas laporan yang masuk melalui layanan darurat Polri 110.
Proses evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengerahkan sejumlah personel dan peralatan pendukung guna memastikan keselamatan warga yang terjebak di tengah genangan air.
Petugas menyisir permukiman yang terdampak untuk membantu warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, agar dapat berpindah ke lokasi yang lebih aman.
Baca juga: Genangan Tak Ganggu Bus AKAP di Kampung Rambutan
Selain itu, aparat juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air di wilayah tersebut.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir atau situasi darurat lainnya mendapatkan bantuan secara cepat, tepat dan profesional,” kata Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wahyu Dwi Ariwibowo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Selain mengevakuasi masyarakat yang membutuhkan bantuan, personel polisi juga melaksanakan patroli siaga bencana di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi situasi bencana yang dapat berkembang.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kepolisian apabila menghadapi kondisi darurat maupun membutuhkan bantuan petugas.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan respon cepat Polri 110 apabila menemukan situasi darurat, bencana, atau membutuhkan bantuan kepolisian lainnya. Layanan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri untuk merespons setiap kebutuhan masyarakat,” kata Budi.
Budi mengatakan, Polda Metro Jaya akan terus melakukan langkah-langkah preventif dan responsif dalam menghadapi situasi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
Adapun banjir yang terjadi di Ciracas disebabkan meluapnya Kali Cipinang itu merendam sembilan rukun warga (RW).














