PravadaNews – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini akan menyentuh 6% pada paruh kedua tahun ini. Keyakinan itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.
“Saya akan memastikan pada paruh ke dua tahun ini ekonomi kita bisa tumbuh sekitar 6%,” kata Purbaya dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8/2026).
Purbaya akan mendorong seluruh instrumen pasar dan kebijakan fiskal untuk dimaksimalkan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai dengan targer yang diinginkan.
“Saya akan mengerahkan semua instrumen yang ada di pasar, seluruh kebijakan yang memungkinkan dari sisi fiskal untuk memastikan ekonomi domestik dapat tumbuh sesuai potensinya,” kata Purbaya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi RI tumbuh 3,73% jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 ini mencapat 5,29% secara (year-to-year/yoy).
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 bila dibandingkan triwulan II 2025 atau yoy tumbuh 5,29%,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisi Statistik BPS, Edy Mahmud di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 di atas 5%.
Airlangga menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang dari paket insentif dan investasi yang masuk ke Indonesia.
“(Pertumbuhan ekonomi kuartal II) di atas 5% masih. Kuartal II masih terkait dengan investasi, terkait dengan beberapa insentif yang didorong oleh pemerintah,” jelas Airlangga.















