PravadaNews – Minyak goreng kini menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. Minyak goreng dibutuhkan ketika masyarakat menggunakannya untuk memasak.
Bicara tentang minyak goreng, apakah kalian tahu sejarah awal munculnya minyak goreng di dunia termasuk Indonesia? Yuk kita bahas!
Melansir dari kidadl dan Zerolim, Kamis (26/3/2026), minyak goreng sudah ada ribuan tahun lalu dan pertama kali ditemukan di China.
Dahulu, masyarakat Tiongkok kuno menciptkan minyak goreng dari lemak daging untuk memasak setelah mereka menemukan api sekitar tahun 25.000 sebelum masehi.
Lemak itu berasal dari daging sapi, babi, hingga domba. masyarakat Tiongkok kuno menggunakan minyak yang berbeda di setiap musim.
Munculnya Minyak Nabati
Berjalannya waktu, manusia menemukan minyak nabati. Zaman dinasti San Guo, masyarakat Tiongkok kuno beralih menggunakan minyak goreng dari biji wijen.
Baca Juga: Lonjakan Minyak Dorong Percepatan B50
Penemuan minyak goreng nabati disebut-sebut pertama di dunia. Minyak wijen memiliki aroma yang khas ketika digunakan untuk memasak.
Sekitar 2000 sebelum masehi, orang Tiongkok dan Jepang menciptakan minyak kedelai untuk menggoreng. Dan mereka membuat minyak goreng dari wijen.
Sementara itu, orang Eropa bagian selatan memproduksi minyak zaitun pada 4000 sebelum masehi.
Kemudian, Amerika Utara dan Meksiko menbuat minyak goreng dari kacang dan biji bunga matahari. Mereka menbuatnya dengan dipanggang, kemudian dikocok menjadi adonan seperti pasta dan dimasukkan ke dalam air mendidik. Setelah itu, minyak yang mengapung di permukaan air disaring.
Perkembangan Minyak Nabati
Selanjutnya dalam perkembangan zaman, minyak nabati mengalami banyak perkembangan dan mulai memunculkan variasi baru.
Salah satunya, minyak kedelai yang digunakan pada masa Dinasti Song dan minyak kacang tanah pada masa Dinasti Qing.
Di negara barat masyarakat menggunakan minyak nabati yang terbuat dari biji kapas dan beralih menggunakan kedelai setelah tanaman tersebut memasuki wilayah Amerika.
Orang-orang Afrika menghasilkan minyak goreng dari daging kelapa dan inti kelapa sawit. Daging kelapa dan inti kelapa sawit diparut dan kemudian dipukul menjadi bubur. Selanjutnya, direbus dengan air hingga mengeluarkan minyak di permukaan.
Terciptanya Minyak Jagung – Kelapa Sawit
Minyak berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Pada tahun 1960-an, minyak jagung mulai diciptakan. Dahulu, biji semangka dan biji anggur hanya dianggap sebagai limbah, tetapi dimanfaatkan untuk pembuatan minyak.
Setelah itu, minyak sawit mulai munucl. Kini minyak sawit paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Mengutip dari China Dialogue, kepala sawit memiliki hubungan erat dengan manusia sejak ribuan tahun.
Ekspansi perkebunan kelapa sawit di seluruh Afrika bagian barat dan tengah setelah periode kering sekitar 2.500 tahun yang lalu.
Sementara, bukti arkeologi menunjukkan bahwa buah dan inti sawit dan minyak telah menjadi bagian dari makanan Afrika Barat 5.000 tahun lalu.
Kelapa sawit tidak hanya dilindungi sebagai tanaman yang berharga. Mereka juga tumbuh pada area yang dibuka.
Minyak sawit kini menjadi bahan utama masakan Afrika Barat. Seperti di Nigeria Selatan untuk sup Banga. Di Afrika Barat, minyak sawit juga digunakan dalam pembuatan sabun. Salah satunya merek Dudu-Osun. Kini minyak goreng kelapa sawit digunakan di banyak negara, termasuk Indonesia.
Penggunaan Minyak Goreng di Indonesia
Minyak goreng masuk ke Indonesia. Namun, tidak ada yang mengetahui kapan minyak goreng mulai masuk ke Indonesia.
Sejak nenek moyang kita sudah mengenal minyak kelapa sebagai salah satu bahan pangan. Hal ini didasari oleh banyaknya pohon kelapa yang tumbuh di dataran Indonesia. Sehingga, masyarakat dahulu memanfaatkannya sebagai bahan baku pembuatan minyak.
Namun sayang, pada akhir dekade 1990-an penggunaan minyak kelapa mulai ditinggalkan. Faktornya karena terjadi perang dagang dengan negara-negara barat yang juga memproduksi minyak nabati.
Minyak kelapa dianggap kurang ekonomis karena harga jualnya yang mahal. Sehingga, masyarakat mulai beralih menggunakan minyak lain.
Minyak Sawit sebagai Alternatif
Setelah era minyak kelapa, minyak sawit muncul sebagai alternatif minyak nabati yang dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Bertahun-tahun sejak kemunculannya, minyak ini menjadi sangat populer dan banyak digunakan menggeser minyak kelapa di masa lalu.
Nah, itulah sejarah panjang mengenai asal-usul minyak goreng yang kabarnya pertama kali ditemukan oleh masyarakat Tiongkok kuno.
Kini, minyak goreng memiliki banyak sekali alternatif yang dapat digunakan mulai dari hewani sampai nabati.















