Presiden Republik Indonesia(Foto: dok Instagram @prabowosubianto)

Beranda / Ekonomi / Swasembada Energi Dipacu Krisis Global

Swasembada Energi Dipacu Krisis Global

PravadaNews – Presiden Prabowo Subianto menilai gejolak geopolitik global yang tengah terjadi justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi menuju kemandirian di sektor pangan dan energi.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Prabowo mengatakan tekanan global mendorong pemerintah bergerak lebih cepat menjalankan berbagai agenda strategis yang sebelumnya telah direncanakan.

“Menurut saya, krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat,” ujar Prabowo dikutip Sabtu (14/3/2026).

Baca juga: Kadin Ingatkan Dampak Geopolitik Global

Menurut Prabowo, pemerintah sejak lama menyadari pentingnya penguatan ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber energi domestik dan peralihan menuju energi terbarukan.

“Kita sudah tahu bahwa kita harus melakukan pengalihan energi kepada energi terbarukan, kepada energi yang kita miliki sendiri. Kita sudah paham itu. Ini mempercepat. Jadi ini memaksa kita untuk bekerja lebih keras,” kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan Indonesia memiliki berbagai potensi sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemandirian energi nasional, mulai dari bahan bakar nabati hingga energi berbasis sumber daya alam.

“Kita punya kelapa sawit, bisa kita ubah menjadi solar, bisa menjadi etanol. Kita bisa dari tebu, kita bisa dari singkong, kita bisa dari jagung. Ini kita punya semua. Kita punya geotermal yang banyak. Kita bisa pakai kekuatan air, hidro, mini hidro, banyak sekali,” sebut Prabowo.

Selain memanfaatkan potensi energi domestik, kata Prabowo, pemerintah juga menargetkan percepatan pembangunan energi baru dan terbarukan dalam skala besar, termasuk tenaga surya.

Prabowo mengungkapkan pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas tenaga surya mencapai 100 GigaWatt (GW) dalam dua tahun mendatang.

“Kita akan melaksanakan pembangunan yang sangat cepat terhadap tenaga surya, yang rencananya kita akan melakukan 100 GW yang kita targetkan harus selesai dalam dua tahun yang akan datang ini. 100 GW itu adalah 100 ribu megawatt. Berarti kita butuh secara garis besar 100 ribu hektare,” sambung Prabowo.

Di sisi lain, lanjut Prabowo, pemerintah juga melihat potensi besar dari penemuan ladang gas baru di wilayah Andaman yang berada di lepas pantai utara Aceh. Tapi sayangnya proyek tersebut rencananya akan digarap oleh perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, Mubadala Energy.

“Kita juga menemukan ladang gas yang besar di Andaman yang sudah diketemukan dan akan dikerjakan dalam waktu singkat oleh Mubadala. Kita juga sebentar lagi akan membuka ladang Masela, juga ladang gas yang sangat-sangat besar,” kata Prabowo.

Selain proyek Andaman, Prabowo juga menyebut, pemerintah juga tengah mempersiapkan pengembangan ladang gas besar lainnya di kawasan Blok Masela yang diproyeksikan menjadi salah satu sumber energi strategis nasional.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *