PravadaNews – Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh saat cuaca labil terjadi pada masa peralihan musim. Imbauan itu penting karena perubahan suhu dan kelembapan dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami batuk, pilek, hingga badan lemas.
Panduan kesehatan dari ayosehat.kemkes.go.id menyebut cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi imunitas tubuh. Kondisi pagi yang panas, siang hujan, atau cuaca mendung sepanjang hari membuat tubuh perlu beradaptasi lebih keras.
“Perubahan cuaca bukan sekadar bikin tidak nyaman, tapi juga bisa memicu berbagai respons dalam tubuh,” dilansir redaksi dari laman ayosehat.kemkes.go.id, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: 4 Manfaat Susu Kedelai untuk Pria
Salah satu respons tubuh yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko penularan penyakit ringan. Suhu dingin dan kelembapan tinggi dapat menjadi kondisi yang mendukung penyebaran virus penyebab flu, batuk, dan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
Cara pertama yang dapat dilakukan adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Masyarakat disarankan mencuci tangan dengan sabun secara rutin, menghindari kebiasaan menyentuh wajah, serta memakai masker saat berada di tempat ramai atau dekat orang sakit.
Lebih lanjut, memenuhi nutrisi pendukung imun melalui makanan bergizi menjadi cara kedua. Konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan ikan berlemak dapat membantu tubuh memperoleh vitamin C, vitamin D, serta zinc yang dibutuhkan sistem kekebalan tubuh.
Adapun cara ketiga ialah menjaga kecukupan cairan tubuh meski cuaca terasa dingin. Minum air sekitar 7–8 gelas per hari membantu menjaga fungsi sel tubuh, mendukung kerja sistem imun, dan menjaga saluran pernapasan tetap lembap.
Selain itu, masyarakat perlu menjaga kualitas tidur dan tetap bergerak secara rutin. Tidur 7–8 jam per malam serta olahraga ringan sekitar 30 menit sehari, seperti jalan cepat, yoga, atau bersepeda santai, dapat membantu tubuh tetap fit.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. Kondisi itu terjadi meski sejumlah daerah sudah memasuki musim kemarau atau berada pada periode peralihan musim.
“Meskipun sebagian wilayah Indonesia sudah berada pada musim kemarau dan periode peralihan musim, BMKG mencatat masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 25–27 Mei 2026,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat juga disarankan melindungi diri saat beraktivitas di luar rumah. Payung, jas hujan, jaket, pelindung dari sinar matahari, serta pembatasan aktivitas berat saat hujan disertai petir dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan dan keselamatan. (Nur Aida Nasution)














