Cabai Rawit Merah di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ). (Foto: Dok. Kementerian Pertanian)

Beranda / Ekonomi / Harga Cabai Rawit Terjun Bebas

Harga Cabai Rawit Terjun Bebas

PravadaNews – Harga cabai di sejumlah pasar kembali menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga terjadi pada beberapa jenis cabai utama yang banyak dikonsumsi masyarakat, sementara jenis lainnya justru mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang belum sepenuhnya stabil di tingkat distribusi.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, Selasa (21/4/2026) pukul 21:20 WIB, harga cabai merah besar tercatat mengalami kenaikan sebesar 4,94 persen hingga mencapai Rp47.800 per kilogram.

Baca juga: Cabai Naik Dompet Ikut Pedas

Kenaikan ini diikuti oleh cabai merah keriting yang juga naik 4,14 persen dengan harga Rp46.550 per kilogram. Lonjakan harga pada dua komoditas ini dinilai cukup berdampak, mengingat keduanya merupakan bahan utama dalam berbagai kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner.

Kenaikan harga cabai merah ini sudah mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Hal itu dikarenakan pasokan dari daerah penghasil cenderung berkurang, sementara permintaan tetap tinggi, terutama dari sektor rumah tangga dan pelaku usaha makanan. Kondisi ini secara otomatis mendorong harga naik di tingkat pasar.

Namun, tren berbeda justru terjadi pada jenis cabai rawit. Cabai rawit hijau mengalami penurunan harga sebesar 5,41 persen menjadi Rp48.950 per kilogram.

Tak hanya itu, penurunan yang lebih tajam terjadi pada cabai rawit merah yang anjlok hingga 12,98 persen dengan harga Rp67.400 per kilogram. Penurunan ini disebut-sebut akibat melimpahnya pasokan di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.

Perbedaan tren harga antar jenis cabai ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan distribusi dan produksi di berbagai daerah. Beberapa wilayah kemungkinan mengalami panen berlebih untuk jenis tertentu, sementara jenis lainnya justru mengalami keterbatasan pasokan. Selain itu, faktor cuaca dan distribusi logistik juga turut memengaruhi kondisi tersebut.

Bagi konsumen, fluktuasi harga ini membuat pengeluaran rumah tangga menjadi lebih sulit diprediksi, terutama bagi mereka yang rutin menggunakan cabai dalam jumlah besar. Sementara bagi pedagang, perubahan harga yang cepat menuntut strategi penyesuaian agar tetap bisa menjaga daya beli pelanggan tanpa merugi.

Untuk itu, stabilisasi harga cabai memerlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah, distributor, dan petani. Langkah seperti penguatan rantai distribusi, pengelolaan stok, hingga intervensi pasar dinilai penting untuk meredam gejolak harga yang kerap terjadi pada komoditas hortikultura.

Dengan kondisi yang masih fluktuatif, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam berbelanja serta memanfaatkan alternatif bahan jika diperlukan. Di sisi lain, pemerintah diharapkan dapat terus memantau perkembangan harga dan mengambil langkah cepat guna menjaga kestabilan pasokan serta keterjangkauan harga di pasar.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *