PravadaNews – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Bramantyo Suwondo menegaskan, penguatan ekonomi daerah harus menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan diplomasi Indonesia, sehingga berbagai kerja sama internasional yang dibangun pemerintah maupun parlemen tidak hanya berhenti pada kesepakatan di tingkat global, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di daerah.
Menurut Bramantyo, diplomasi yang efektif adalah diplomasi yang mampu membuka peluang investasi, memperluas akses pasar bagi produk lokal, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan demikian, manfaat hubungan internasional dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi, penguatan daya saing daerah, dan percepatan pembangunan yang lebih merata di seluruh tanah air.
“Penting sekali kita bicara soal penguatan ekonomi daerah, karena ujung dari diplomasi adalah bagaimana kita bisa mendapatkan keuntungan dari berbagai macam hal. Hari ini (pertemuan) kita fokus dalam perekonomian,” ujar Bramantyo dikutip Sabtu dari laman dpr.go.id, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Bramantyo, diplomasi kerap dipandang sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, kerja sama dan diplomasi seharusnya dekat dengan masyarakat serta menjadi bagian dari upaya yang dilakukan daerah maupun pemerintah secara nasional.
“BKSAP hari ini coba membumikan isu diplomasi ini agar dipahami secara keseluruhan bahwa kegiatan kerja sama ataupun kerja-kerja diplomasi ini bukan sesuatu yang sangat jauh, tapi sebenarnya sangat dekat,” kata Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.
Dalam dialog tersebut, BKSAP mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) Kota Bekasi agar memiliki daya saing yang lebih baik. Bramantyo menilai Bekasi memiliki potensi SDM yang besar dan perlu didukung dengan standar kompetensi yang diakui secara global.
Bramantyo juga menyoroti pentingnya penguatan UMKM. Menurutnya, potensi unggulan Kota Bekasi seperti batik perlu terus diperkuat agar memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah.
Terkait tindak lanjut, BKSAP membuka peluang komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah negara mitra, termasuk Jepang dan Korea Selatan, terutama dalam bidang peningkatan kualitas SDM.
“Kalau Kota Bekasi membutuhkan komunikasi yang intens dengan Jepang mengenai peningkatan SDM, kami siap terbuka soal itu. Kita menjembatani dari dua belah negara,” jelas Bramantyo.
Melalui kegiatan ini, BKSAP berharap manfaat diplomasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, sekaligus mendukung penguatan SDM dan perekonomian Kota Bekasi.















