Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso (Busan). (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / HET Minyakita Bakal Naik Imbas Harga CPO Meroket

HET Minyakita Bakal Naik Imbas Harga CPO Meroket

PravadaNews – Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng dengan merek Minyakita akan dilakukan penyesuaian. Sebab, sejak Agustus 2024, belum pernah dilakukan penyesuaian.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso (Busan) kepada wartawan di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Jakarta Pusat, Minggu (3/5/2026).

“Harga HET Minyakita sudah 3 tahun yang lalu dari 2024, kan sudah lama, semua kan pasti nilai keekonomiannya berubah semua,” kata Menteri Busan.

Menteri Busan mengatakan, penyesuaian dilakukan karena harga Crude Palm Oil (CPO), biaya produksi, dan distribusi alami kenaikan.

“Ini kan faktor harga CPO naik, biaya produksi naik, jadi kan kami harus menyesuaikan semua,” ujar Menteri Busan.

Kendati begitu, belum ada keputusan final soal penyesuaian harga Minyakita. Sebab, Kemendag harus mengkaji dan membahas bersama kementerian/lembaga teknis lainnya.

“Penyesuaian nanti sedang kita pelajari, kita kaji dengan kementerian/lembaga teknis,” jelas Menteri Busan.

Menteri Busan menjelaskan, untuk harga Minyakita di setiap wilayah di Indonesia pasti berbeda seperti di Papua.

“Memang ada daerah-daerah tertentu yang agak mahal, misalnya kaya di Papua, karena faktor distribusi, kami sudah minta ke Bulog untuk mendistribusikan ke Papua,” ujar Menteri Busan.

Menteri Busan menambahkan, harga Minyakita saat ini cenderung stabil. “Hari ini harganya berapa cek, sekitar Rp15.800-an. Padahal, sebelumnya, Rp15.900-an, berarti malah bagus kan,” pungkas Menteri Busan.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas menjelaskan, kenaikan harga Minyakita karena pasokan untuk pasar diserap untuk penyaluran bantuan pangan dengan jumlah besar.

Oleh karena itu, pemerintah berencana akan menggunakan merek lain selain Minyakita untuk bantuan pangan minyak goreng. Sehingga, pasokan Minyakita di pasar tetap terjaga.

“Nanti Minyakita itu dikoordinir sebagian besar oleh BUMN, Bulog, untuk kembali itu menyuplai pasar-pasar tradisional,” kata Zulhas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, penyesuaian harga tersebut saat ini masih dalam tahap kajian keekonomian.

“Pangan itu sudah disepakati. Kita di Kementerian Perdagangan diminta untuk melakukan kajian keekonomian HET. Jadi seharusnya akan ada penyesuaian gitu. Nah target kita tuh dalam waktu dekat kita akan menyesuaikan HET,” ujar Iqbal, Jumat (1/5/2026).

Menurut Iqbal, keputusan ini tidak lepas dari kondisi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang turut memengaruhi harga bahan baku dan komponen pendukung produksi minyak goreng.

“Pelaku usaha tentu saja menginginkan harganya disesuaikan, karena harga CPO juga sudah naik gitu ya kan. Kemudian banyak lagi harga-harga penunjang lainnya yang memang harus disesuaikan dengan harga saat ini. Ya kalau melihat dengan kondisi global seharusnya sih kita sesuaikan dengan harga yang saat ini,” pungkas Iqbal.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *