PravadaNews – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menilai timnya tak lagi memegang kendali dalam persaingan juara Liga Inggris setelah bermain imbang 3-3 melawan Everton, Selasa WIB.
Hasil tersebut membuat City tertahan di posisi kedua dengan 71 poin, tertinggal lima angka dari Arsenal yang memimpin klasemen. Meski masih memiliki satu laga tunda, Guardiola menyebut situasi kini berubah.
“Sebelum laga ini, semuanya ada di tangan kami, sekarang tidak lagi,” kata Guardiola seperti dikutip dari laman resmi klub, Rabu (6/5/2026).
Baca juga : Barcelona Butuh Dua Poin Kunci Gelar
“Kami akan bersiap menghadapi Brentford dan terus melaju, lalu melihat apa yang terjadi,” sambung Guardiola.
Adapun City sempat menunjukkan dominasi pada babak pertama lewat gol Jeremy Doku menjelang turun minum. Namun, perubahan terjadi di babak kedua ketika Everton bangkit dan membalikkan keadaan.
Masuknya Thierno Barry menjadi titik balik bagi tuan rumah. Barry mencetak dua gol, memanfaatkan kesalahan lini belakang City, termasuk blunder Marc Guehi. Everton bahkan sempat memperlebar keunggulan lewat sundulan Jack O’Brien hasil sepak pojok James Garner.
City baru mampu merespons di menit akhir melalui gol Erling Haaland dan gol kedua Doku pada masa tambahan waktu, yang menyelamatkan satu poin.
Guardiola mengakui hasil tersebut tidak ideal dalam fase krusial musim.
“Lebih baik dapat satu poin daripada tidak sama sekali. Tapi tentu lebih baik menang daripada hanya satu poin,” ujar Guardiola.
City selanjutnya akan menghadapi Brentford pada Sabtu (9/5). Kemenangan dalam laga itu berpotensi memangkas selisih poin menjadi dua angka, tergantung hasil yang diraih Arsenal sehari setelahnya saat menghadapi West Ham United.















