Ilustrasi minyak goreng. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Minyak Naik Gorengan Ikut Galau

Minyak Naik Gorengan Ikut Galau

PravadaNews – Harga minyak goreng kembali mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, menambah tekanan bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Kenaikan ini terjadi pada hampir semua jenis minyak goreng, baik curah maupun kemasan, dengan persentase yang bervariasi.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, dikutip pada Selasa (21/4/2026) pukul pukul 11:35 WIB, harga minyak goreng curah tercatat naik sebesar 5,22 persen menjadi Rp21.150 per kilogram.

Kenaikan ini menjadi yang paling signifikan dibandingkan jenis lainnya, sehingga dikhawatirkan akan berdampak langsung pada pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan dan rumah makan sederhana yang sangat bergantung pada pasokan minyak curah.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Labil dalam Sehari

Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerk I juga mengalami kenaikan harga, meski tidak sebesar minyak curah. Harga minyak jenis ini naik 1,71 persen menjadi Rp23.800. Adapun minyak goreng kemasan bermerk II turut mengalami peningkatan sebesar 2,23 persen dengan harga mencapai Rp22.950.

Kenaikan harga minyak goreng ini dinilai sebagai bagian dari tren fluktuasi harga bahan pokok yang masih terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab, mulai dari distribusi yang belum stabil, biaya produksi yang meningkat, hingga pengaruh harga bahan baku di pasar global.

Para pedagang mulai merasakan dampak dari kenaikan tersebut. Beberapa di antaranya terpaksa mengurangi penggunaan minyak atau menaikkan harga jual produk mereka agar tetap bisa bertahan. Di sisi lain, konsumen juga harus kembali menyesuaikan pengeluaran rumah tangga akibat lonjakan harga ini.

Seperti yang diutarakan oleh Omar, seorang pedagang Batagor di Wilayah Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Omar mengaku ragu untuk menaikan harga dagangannya. Menurut Omar, kalau harga dagangannya dinaikin, dia khawatir sepi pembeli dan pelanggannya bisa kabur.

“Saya bingung, kalau saya naikin harga takut nggak laku dan pelanggan saya pada kabur,” ujar Omar Kepada PravadaNews, Selasa (21/4/2024).

Di sisi lain, jika tren kenaikan terus berlanjut tanpa intervensi yang tepat, daya beli masyarakat bisa semakin tergerus. Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang hampir digunakan setiap hari, sehingga perubahan harga sekecil apa pun akan terasa signifikan, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, baik melalui pengawasan distribusi, operasi pasar, maupun kebijakan lainnya yang dapat menekan lonjakan harga. Transparansi data dan koordinasi antar lembaga juga dinilai penting agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Di tengah situasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi serta mencari alternatif penggunaan minyak goreng secara efisien.

Meski demikian, harapan terbesar tetap tertuju pada upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok di pasaran.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *