PravadaNews – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez meminta Uni Eropa mengambil langkah konkret untuk melindungi independensi lembaga peradilan internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam merespons situasi di Gaza.
Sanchez mendesak Komisi Eropa agar mengaktifkan Instrumen Anti-Koersi guna menjamin kebebasan kerja lembaga internasional, termasuk International Criminal Court dan United Nations.
“Kami meminta Komisi untuk mengaktifkan Instrumen Anti-Koersi, untuk melindungi independensi Mahkamah Pidana Internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan tindakan mereka untuk mengakhiri genosida di Gaza,” kata Sánchez melalui unggahan di X, dikutip Kamis (7/5/2026).
Baca juga : Spanyol Tolak Operasi Militer Hormuz
Sánchez menegaskan Spanyol tidak akan mengabaikan tekanan terhadap institusi internasional yang menangani konflik tersebut.
Sanchez juga memperingatkan bahwa sanksi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam upaya penegakan hukum internasional dapat melemahkan sistem perlindungan hak asasi manusia global.
“Spanyol tidak akan berpaling,” ujar Sanchez.
Sanchez menambahkan Uni Eropa tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi situasi tersebut, terutama jika menyangkut dugaan pelanggaran serius di wilayah Gaza.
“Uni Eropa tidak dapat tetap menjadi penonton dalam menghadapi penganiayaan ini,” pungkas Sánchez.















