Ilustrasi Bendera Spanyol (Foto: dok PravadaNews)

Beranda / Mancanegara / Spanyol Tolak Operasi Militer Hormuz

Spanyol Tolak Operasi Militer Hormuz

PravadaNews – Pemerintah Spanyol menegaskan penolakan terhadap segala bentuk keterlibatan dalam operasi militer di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan strategis tersebut.

Madrid menilai pendekatan militer justru berpotensi memperburuk situasi yang sudah rapuh.

“Kami menolak partisipasi dalam operasi militer dan segala tindakan yang dapat menyebabkan eskalasi. Hal ini harus dihindari dengan segala cara saat ini, karena risiko perang terus ada,” kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares dalam wawancara dengan TVE, dikutip Rabu (6/5/2026).

Baca juga : Angkatan Laut Iran Tembakan Rudal-Drone ke Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Albares menegaskan bahwa Spanyol tetap berpandangan konflik di kawasan itu tidak memiliki solusi militer. Albares juga menyebut bahwa belum ada kondisi yang memungkinkan pelaksanaan operasi di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Tidak ada solusi militer untuk krisis ini, baik bagi Amerika Serikat maupun Iran,” ujar Albares.

Pemerintah Spanyol menyoroti situasi di Selat Hormuz yang disebut berada dalam kondisi “blokade ganda” oleh Iran dan Amerika Serikat. Menurut Albares, status quo tersebut tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Selat Hormuz harus dibuka, secara bebas, aman, dan tanpa biaya. Tidak boleh ada pungutan,” kata Albares.

Di tengah dorongan militerisasi oleh Washington, yang meluncurkan “Project Freedom” untuk membantu kapal-kapal di kawasan tersebut, Spanyol justru menekankan pentingnya jalur diplomasi.

Albares menyebut bahwa komunikasi dengan pihak-pihak terkait masih berlangsung, termasuk keterlibatan mediator regional.

Albares mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran telah menghubunginya untuk menyampaikan perkembangan negosiasi, sementara Pakistan disebut terus menjalankan peran mediasi dengan dukungan Madrid.

Albares juga merujuk pada proses perundingan yang sebelumnya masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran di Oman sebelum eskalasi meningkat. Menurut Albares, dinamika komunikasi terakhir menunjukkan adanya ruang diplomasi yang masih terbuka.

“Informasi yang kami terima dalam beberapa hari terakhir mengenai kontak tersebut cukup menggembirakan,” ujar Albares.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi pendukung di kawasan tersebut melibatkan pengerahan kekuatan militer besar, termasuk kapal perusak, lebih dari 100 pesawat, sistem nirawak, dan sekitar 15.000 personel.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *