PravadaNews – Pakistan menyatakan harapan agar putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran dapat digelar pekan depan, setelah sebelumnya sempat tertunda.
Mediasi ini ditujukan untuk meredakan konflik berkepanjangan antara kedua negara di kawasan Timur Tengah.
Dua sumber pemerintah Pakistan yang mengetahui proses tersebut mengatakan Islamabad tengah mendorong agar kesepakatan awal dapat dicapai sebelum kunjungan Presiden Donald Trump ke China pada 14–15 Mei.
“Mempertimbangkan perkembangan terbaru, Pakistan berharap perundingan antara kedua pihak akan dapat dilanjutkan pekan depan untuk mencapai penyelesaian yang dinegosiasikan atas konflik di Timur Tengah,” kata salah satu sumber kepada Anadolu, dikutip Kamis (7/5/2026).
Baca juga : Pakistan-Iran Bahas Redam Ketegangan
Sumber tersebut juga menyinggung perkembangan terbaru berupa penghentian sementara operasi militer yang disebut Washington sebagai “Operation Freedom” serta pembebasan kapal Iran yang sebelumnya disita beserta awaknya.
Sementara itu, sumber itu menyebut sebagian besar persoalan teknis antara kedua pihak telah menemukan titik temu.
“Hampir 80 persen hingga 85 persen dari masalah antara kedua pihak telah diselesaikan, tetapi isu inti terkait program nuklir masih menjadi hambatan utama,” ujar sumber itu.
Kendati demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Washington maupun Teheran terkait kelanjutan jadwal perundingan tersebut.















