PravadaNews – Penguatan kilang menjadi kunci menurunkan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan itu penting saat konsumsi naik, sementara produksi domestik tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO), Jay Singgih menilai, impor BBM sampai saat ini masih diperlukan. Namun, pengadaan minyak mentah atau crude oil harus disesuaikan dengan kemampuan kilang dalam negeri.
“Terkait pengadaan crude dari berbagai negara, semua pihak tentu perlu melakukan kajian objektif, bukan hanya dari segi harga,” ujar Jay, dikutip Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Jangan Keliru! Cara Hitung Pajak UMKM yang Baru
Jay mengatakan, kualitas crude dengan kilang menjadi syarat penting sebelum impor dilakukan. “Untuk Indonesia, yang penting juga kualitas crude, karena harus sesuai dengan kapasitas dan spesifikasi kilang domestik,” kata Jay.
Jay berpendapat, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Indoensia tidak bisa selamanya bergantung dari pasokan luar negeri. Jay menilai, ketahanan energi harus dilihat dari, kilang penyimpanan, transportasi, distribusi, hingga konsumen akhir.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan kilang melalui kedatangan kapal tanker MT Gamkonora di Cilacap, Jawa Tengah. Kapal tersebut membawa sekitar 450.000 barel crude oil untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun menyebut kedatangan MT Gamkonora menjadi bagian dari penguatan stok energi dan operasional kilang nasional.
“Kedatangan MT Gamkonora menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan stok energi dalam negeri sekaligus mendukung operasional kilang nasional agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Roberth.
Seperti diketahui, penurunan impor BBM membutuhkan kesesuaian antara crude, spesifikasi kilang, dan rantai pasok energi. Dengan pasokan bahan baku yang terjaga, kilang domestik dapat bekerja lebih optimal untuk memperkuat produksi BBM dalam negeri.















